Diincar AirAsia, Berikut Kinerja Citilink Sepanjang 2018

AirAsia Indonesia menyatakan ketertarikannya untuk mengakuisisi maskapai berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC) Citilink Indonesia.

Diincar AirAsia, Berikut Kinerja Citilink Sepanjang 2018
TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
Pesawat Citilink Airbus A320 di apron Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Senin (2/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - AirAsia Indonesia menyatakan ketertarikannya untuk mengakuisisi maskapai berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC) Citilink Indonesia.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan menyebutkan sejumlah alasan pihaknya ingin Citilink bergabung dengan AirAsia, di antaranya keduanya sesama LCC, Citilink kuat di penerbangan domestik untuk maskapai berbiaya murah, kedua maskapai menggunakan pesawat Airbus A320, spare part dan biaya perawatan serupa, serta memiliki rating sejenis AirAsia.

"Kami inginnya AirAsia indonesia dan Citilink bisa jadi satulah, nah kalau memang mau dijual, kami siap untuk beli. Tapi kalau misalkan gak mau jual 100 persen pun enggak apa-apa, kami tetap membuka room untuk itu, oh Garuda mau tetap maintain sahamnya di Citilink sekian persen, monggo," kata Dendy di Jakarta, Senin (4/3/2019).

Sementara itu, Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo menegaskan, terkait dengan rencana kerjasama strategis, belum ada arahan dari pemegang saham Citilink, baik Garuda Indonesia maupun Kementerian BUMN untuk menggandeng partner strategis dalam pengembangan usaha untuk rencana jangka panjangnya.

"Sebagai bagian dari Garuda Indonesia Group, Citilink Indonesia optimis mampu berkembang lebih baik lagi dengan dukungan kuat sisi manajemen Garuda Indonesia sebagai induk perusahaan dan dukungan maintenance kelas dunia GMF AeroAsia," jelasnya di Cengkareng, Senin (4/3/2019).

Kinerja Citilink Positif Sepanjang 2018

Citilink sendiri mencatatkan hasil kinerja positif sepanjang tahun 2018 dan di dua bulan awal 2019 dengan rata—rata tingkat keterisian penumpang (Seat Load Factor – SLF) pada setiap penerbangan lebih dari 80 persen.

Baca: Tak Minati Garuda Indonesia, AirAsia Lebih Pilih Caplok Citilink

“Citilink mencapai kinerja yang positif selama tahun 2018, sehingga Citilink Indonesia optimis untuk mencatatkan hasil positif di kuartal pertama ini yang umumnya merupakan kuartal lemah," kata Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo di Cengkareng, Senin (4/3/2019).

Menurut Juliandra, Citilink Indonesia telah menerbangkan 15 juta penumpang selama tahun 2018 atau naik 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 12,3 juta penumpang.

Halaman
12
Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved