Harga Properti Sepanjang Jalur MRT Jakarta Terdongkrak Naik

Kehadiran sistem transportasi Moda Raya Transportasi (MRT) dipandang menjadi angin segar bagi bisnis properti.

Harga Properti Sepanjang Jalur MRT Jakarta Terdongkrak Naik
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Stasiun MRT di HI Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019), ramai pengunjung yang ingin mencoba MRT rute HI-Lebak Bulus. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kehadiran sistem transportasi Moda Raya Transportasi (MRT) dipandang menjadi angin segar bagi bisnis properti.

Sistem transportasi massal dalam kota memiliki dampak yang sangat nyata pada kenaikan harga properti.

Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan, keberadaan koridor transportasi baru atau perubahan sistem transportasi massal akan meningkatkan potensi investasi properti di suatu wilayah.

Terealisasinya MRT Jakarta Fase I akan mendongkrak harga properti karena akan meningkatkan konektivitas, akses masyarakat, dan mengurangi waktu tempuh.

Baca: Hasil Lengkap Wakil Indonesia di Babak Pertama India Open 2019

“Dengan beroperasinya MRT Jakarta Fase I, investasi di bidang properti, akan meningkat di sepanjang jalur MRT tersebut. Harga tanah dan aset properti di sekitar wilayah Jalan Thamrin, Sudirman, Blok M, Fatmawati dan TB Simatupang yang dilalui jalur MRT ini akan terdongrak. Sedangkan wilayah sekitar Lebak Bulus dan TB Simatupang bisa menjadi kawasan pusat niaga baru di Jakarta Selatan,” ujar Marine dalam keterangannya, Rabu (27/3/2019).

Menurut Marine, dalam Rumah.com Property Index menunjukkan rata-rata indeks harga per kuartal DKI Jakarta sepanjang tahun 2018 adalah 122 poin, naik 4 persen dari indeks harga per kuartal rata-rata DKI Jakarta pada 2017 secara tahunan (yoy).

Rata-rata indeks harga per kuartal Jakarta Selatan adalah 149 poin, naik 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kenaikan indeks di Jakarta Selatan diperkirakan sebagai akibat pembangunan MRT Jakarta Fase I. Selaras dengan kenaikan di Jakarta Selatan, daerah perbatasannya pun mengalami kenaikan yang sama. Tangerang Selatan mengalami kenaikan indeks sebesar 4 persen (yoy),” jelasnya.

Perkembangan properti di Jakarta Selatan juga tak lepas dari faktor perkembangan properti di ruas jalan TB Simatupang, yang berubah menjadi kawasan bisnis baru.

Kemunculan gedung-gedung perkantoran baru diimbangi dengan munculnya hunian-hunian baru, khususnya apartemen.

Berdasar hasil survei Rumah.com, 76 persen responden survei menempatkan kedekatan dengan transportasi publik menempati posisi teratas sebagai faktor pertimbangan untuk membeli properti selain pertimbangan tentang lokasi, keamanan, infrastruktur dan fasilitas, harga per meter persegi serta kemampuan finansial.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul MRT Jadi Angin Segar bagi Bisnis Properti 

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved