Kuartal I 2019, Penjualan Iphone Anjlok Hingga 17 Persen

Apple, perusahaan teknologi berkode AAPL mengatakan penjualannya merosot hingga 17 persen di kuartal I-2019.

Kuartal I 2019, Penjualan Iphone Anjlok Hingga 17 Persen
IMORE.COM
iPhone 6 Plus tercatat sebagai model smartphone dari Apple dengan harga produksi paling rendah yaitu 28% dari harga jual berdasar riset CupoNation. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Apple, perusahaan teknologi berkode AAPL mengatakan penjualannya merosot hingga 17 persen di kuartal I-2019.

Turun 5 persen dari tahun sebelumnya menjadi 58 miliar dollar AS. Selama bertahun-tahun, bisnis Apple berhasil menjual lebih banyak perangkat. Tapi awal tahun ini penjualan iPhone telah mengalami perlambatan di tengah perang dagang Cina.

CEO Apple Tim Cook mengatakan, kemungkinan terburuk yang terjadi adalah i-Phone akan berakhir karena Apple melihat tanda-tanda kemajuan industri teknologi di Cina.

"Dialog perdagangan telah ditingkatkan antara Cina dan Amerika Serikat. Dan respons pelanggan yang sangat positif terhadap tindakan penetapan harga tersebut," ucap Tim Cook dikutip dari CNN, Rabu (1/5/2019).

Sebelumnya, Apple telah menghadapi persaingan ketat di Cina dari pesaing lokal seperti Huawei dan Xiaomi. Kedua merek ini menawarkan smartphone lebih murah saat Apple membandrol ponsel dengan label harga lebih tinggi.

Baca: The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 2,25-2,50 Persen

Baru-baru ini saja, Apple mengurangi harga beberapa produknya hampir 6 persen, termasuk iPhone XS dan XR. Meski demikian, Apple masih harus menempuh jalan panjang untuk mulai tumbuh lagi di China.

Di kuartal I-2019, Apple membukukan pendapatan 10,2 miliar dollar AS di China, turun 21 persen dari 13 miliar dollar AS pada periode yang sama tahun lalu.

"Sementara Cina terus menjajakan ponsel murah, tampaknya Apple melihat pelemahan dalam beberapa minggu terakhir," kata Daniel Ives, seorang analis di Wedbush, dikutip CNN, Rabu (1/5/2019).

Kendati turun, hal ini tak serta merta membuat Cook pasrah dengan keadaan pasar. Apalagi lima bulam sebelumnya, Cook pernah berkata akan mengambil langkah.

Langkah tersebut terlihat ketika Apple mengurangi produksi Iphone dengan pertumbuhan berkelanjutan dalam bisnis layanan digitalnya.

Dari sini, segmen layanan seperti Apple Pay, Apple Care, dan Apple Music, menghasilkan rekor pendapatan 11,5 miliar dollar AS, meningkat 16 persen dari tahun lalu. Untuk terus mempertahankan peningkatan ini, Apple akan menumbuhkan segmen ini lebih banyak lagi.

Bulan lalu, Apple mengadakan acara pers yang heboh dan penuh selebriti untuk mengungkap beberapa layanan berlangganan berbayar baru. Rupanya, pertumbuhan layanan membantu mendorong keseluruhan pendapatan Apple di atas ekspektasi Wall Street.

Apple juga berhasil menenangkan para investor dengan mengumumkan rencana untuk membeli kembali saham senilai 75 miliar dollar AS dan meningkatkan dividen. Kemarin, saham Apple naik 5 persen dalam penutupan perdagangan setelah laporan pendapatan yang diterimanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjualan Iphone Loyo Hingga 17 Persen, Apple Akan Pensiun?"

Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved