Emiten Indonesia Bahas Standar Akuntansi Keuangan Baru PSAK 71, 72, 73

Pemerintah, otoritas hingga emiten Indonesia perlu melakukan antisipasi serta mitigas risiko adanya masalah selama proses penyesuaian nantinya.

Emiten Indonesia Bahas Standar Akuntansi Keuangan Baru PSAK 71, 72, 73
TRIBUNNEWS.COM/RIA A
Acara diskusi implementasi standar akutansi keuangan baru PSAK 71, 72, 73 di JS Luwansa 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Standar akuntansi baru yakni PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) PSAK 71 tentang Instrumen Keuangan, PSAK 72 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, dan PSAK 73 tentang Sewa akan diterapkan mulai awal tahun 2020 mendatang. 

Untuk itu, pemerintah, otoritas hingga emiten Indonesia perlu melakukan antisipasi serta mitigas risiko adanya masalah selama proses penyesuaian nantinya.

"Akan banyak sekali perubahan pelaporan bahkan ada yang sebut seperti tsunami akuntansi karena banyak yang berubah, dari instrumen keuangan hingga sewa," kata Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Pambudy dalam diskusi implementasi standar akutansi keuangan baru PSAK 71, 72, 73 di JS Luwansa, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

"Hampir semua industri akan kena, pelaporannya berbeda dan rumit. Jadi kami pikir kenapa tidak sosialisasi bersama supaya ada kesiapan karena 2020 tak lama lagi. Jadi lebih baik sosialisasi ini kita lakukan dari awal," imbuhnya.

Ini merupakan kali kedua para emiten berkumpul untuk membahas PSAK 71, 72 dan 73. Pada Mei 2019 lalu, diskusi yang diselenggarakan harian Kompas bertajuk “Menuju Pedoman Standar Akuntansi Keuangan Baru 71, 72, dan 73” membahas tiga perubahan PSAK tersebut yaitu PSAK 71 mengenai instrumen keuangan, PSAK 72 mengenai pendapatan kontrak dengan pelanggan, serta PSAK 73 mengenai sewa.

Diskusi hari ini dibuka oleh Wakil Menteri Keuangan RI Mardiasmo, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen dan Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo.

Hadir sebagai narasumber, di antaranya, Ketua Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Djohan Pinnarwan, Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Otoritas Jasa Keuangan Nur Sigit Warsidi, dan Chief Financial Officer (CFO) Telkom Harry Mozarta Zen.

Harry Mozarta menjelaskan, Telkom sudah mulai menerapkan standar akuntansi baru ini karena emitennya juga tercatat di New York Stock Exchange, selain di Bursa Efek Indonesia.

"Kami semua belajar, jangan takut, auditor dan konsultan juga belajar," kata Chief Financial Officer (CFO) Telkom Harry Mozarta Zen.

Halaman
12
Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved