Peringatan Ekonom Senior BI, Ekonomi AS Mulai Melemah, Indonesia Harus Waspada

Saat ini ada 17 komoditas yang bisa memanfaatkan kondisi pasar kalau barang China tidak bisa masuk.

Peringatan Ekonom Senior BI, Ekonomi AS Mulai Melemah, Indonesia Harus Waspada
KONTAN/ARDIAN GESURI
M Noor Nugroho, analis senior Bank Indonesia (BI) yang juga Wakil Kepala Perwakilan BI di New York, 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK -  Banyak analis memprediksi perekonomian AS sudah mencapai puncaknya pada triwulan pertama 2019. Kini, dampak perang dagang mulai terasa, perekonomian mereka mulai melemah.

Untuk itu, Indonesia harus waspada karena bisa terkena efek kebijakan Presiden AS Donald Trump.

M Noor Nugroho, analis senior Bank Indonesia (BI) yang juga Wakil Kepala Perwakilan BI di New York, Jumat pekan lalu mengatakan, secara umum kondisi perekonomian AS solid.

Secara tahunan (year on year), produk domestik bruto (PDB) dalam tren naik terus sejak pertengahan 2016 sampai triwulan pertama 2019. Kondisi ekonomi AS pun kelihatan superior karena naik tinggi di tengah kondisi global yang lemah.

Tapi, perekonomian AS diprediksi mulai melambat setelah mencapai puncak pada triwulan pertama lalu. “Ke depannya mulai slowing. Tapi, apakah perekonomiannya akan turun secara moderat atau gradual ataukah akan terjun ke krisis, itu yang kita coba gali,” ujarnya.

Baca: Mulai 1 Juli, Garuda Pindahkan Penerbangan Domestik dari Bandung ke Kertajati

Dilihat dari indikatornya, konsumsi AS masih cukup kuat, solid. Penjualan ritel tumbuh tinggi, walau beberapa bulan terakhir melambat.

Tingkat konsumsi yang cukup bagus itu lantaran tingkat pengangguran masih rendah di angka 3,75%. Upah juga naik, belakangan indikator upahnya stabil di 3%. Jadi ekonomi AS ditopang oleh dasar yang cukup kuat dari employment.

Adapun di sisi suplai juga kuat, walau beberapa bulan terakhir ekspor turun. Penurunan ini karena permintaan eksternal turun, sebagai dampak dari ekonomi global yang melambat. 

Maka impor juga turun. “Mungkin ini dampak dari trade war. Akibat kenaikan tarif impor mulai dari 10% dan Juni naik jadi 25%. Ekonomi diduga akan turun,” kata Nunu.

Bank Sentral AS, Federal Reserve, melihat ekonomi AS tidak sekuat dulu. Jerome Powell, Gubernur The Fed, bilang ekonomi moderate, padahal sebelumnya bold, solid. Outlook ekonomi berubah, tadinya 2019-2020 naik, sekarang turun. 

Halaman
123
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved