Awas, Jangan Sampai Terlilit Forex Bodong, Ini Penjelasan Pendiri SDFX

literasi keuangan penduduk Indonesia hanya sekitar 4 persen. Ini yang menyebabkan banyak orang terjebak dalam investasi bodong.

Awas, Jangan Sampai Terlilit Forex Bodong, Ini Penjelasan Pendiri SDFX
ist
Tahun ini SDFX akan membuka 10 cabang pusat pelatihan investasi Forex di Indonesia. Tak sekedar pusat pelatihan dan investasi, tapi juga Fintech Education dan Enterpreneur Incubator Hub untuk mencetak pengusaha Fintech Education 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penipuan atas nama bisnis investasi masih menorehkan catatan buruk, termasuk investasi Forex.

Masih ingat kasus heboh dialami artis nasional Kevin Aprilio yang harus menanggung kerugian dalam bisnis investasi Forex hingga Rp 17 miliar?

Sebetulnya, apa yang salah dalam bisnis investasi Forex? Inilah yang dipaparkan oleh Hans Herwin, pendiri SDFX atau sekolahdasarforex.com.

Hans bilang, kebanyakan investor tertipu lantaran tidak memahami pasar keuangan. Lebih para lagi, mereka "menitipkan" uangnya ke perusahaan dengan dasar iming-iming keuntungan besar.

"Tapi, lebih dari itu, penyebab utamanya karena rendahnya literasi keuangan di Indonesia. Ini salah satu penyebab maraknya investasi bodong di pasar keuangan. Padahal, kalau memahami pasar keuangan, risiko penipuan bisa dihindari," kata Hans, Rabu (3/7/2019).

Hans menuturkan, literasi keuangan penduduk Indonesia hanya sekitar 4 persen. Ini yang menyebabkan banyak orang terjebak dalam investasi bodong.

Baca: Situs SBMPTN 2019 Diserbu Lebih 700ribu Orang Bersamaan saat Pengumuman, Ini Tips Agar Tidak Down

Dia menambahkan, investasi Forex sebenarnya memiliki potensi keuntungan menggiurkan, tapi banyak orang tidak paham cara kerja dan triknya sehingga malah mengalami kerugian.

"Sama seperti investasi lainnya, Forex juga punya risiko, tapi dengan pemahaman yang benar, risiko tersebut bisa dikendalikan melalui teknik Money Management," ujar Hans.

Untuk itulah, Syahrir, Head Master SDFX, menimpali bahwa ada beberapa ciri dari investasi Forex yang tidak aman, yaitu jika investasi tersebut menjanjikan jaminan fixed income dengan iming-iming profit tanpa risiko.

"Kedua, ada dana yang ditahan pada periode tertentu. Forex itu dapat sangat menguntungkan selama mau belajar di tempat yang benar sehingga menghasilkan konsistensi meraih untung. Saran saya, kalau lihat promosi dan klaim seperti itu, Anda harus hati-hati," tambah Syahrir.

Baca: Terungkap, Sebelum Akhirnya Meninggal di Gunung Piramid, Autopsi Tunjukkan Thoriq Alami 2 Hal Ini

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved