Sharp Relokasi Pabrik dari Thailand ke Karawang
Yoshihiro Hashimoto mengakui adanya relokasi pabrik yang sudah diumumkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sejak bulan lalu
TRIBUNNEWS.COM, KARAWANG - PT Sharp Electronic Indonesia (SEID) memindahkan lini produksi mesin cuci dari Thailand ke Karawang International Industrial City (KIIC).
Hal tersebut ditandai dalam seremoni penambahan lini produksi baru mesin cuci satu tabung otomatik di pabrik PT Sharp Electronics Indonesia di KICC, Jawa Barat, Selasa (16/7/2019).
Executive Managing Officer SEID Yoshihiro Hashimoto mengakui adanya relokasi pabrik yang sudah diumumkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sejak bulan lalu itu.
"Sebagian benar (ada pemindahan) tapi tidak semua, ada peralatan mesin baru yang kami beli. Tujuannya produksi mesin cuci satu tahun bisa satu juta unit produksi," katanya saat konferensi pers, Selasa (16/7/2019).
Baca: 98% Konsumen Puas Dengan Obat Jerawat Silkys
Sharp menghentikan produksi mesin cucinya di Thailand. Namun, untuk produk lain seperti pendingin ruangan dan microwave masih beroperasi.
Hashimoto menyampaikan, pembangunan lini produksi baru produk mesin cuci otomatis satu tabung bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksinya di tanah air.
"Dengan memindahkan ke Indonesia mesin cuci full auto ini agar daya saing mesin cuci kami lebih efektif dan efisien," imbuhnya.
Sementara itu, National Senior Sales General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo mengatakan bahwa relokasi lini produksi dari Thailand ke Indonesia merupakan permintaan pihaknya ke Sharp Corporation.
Dia memastikan akan tetap menjaga kualitas dan kuantitas produksi mesin cuci serta memunculkan inovasi yang baru.
"Waktu itu kita minta produksi di Indonesia, dari pada impor terus beban di cost dan tidak sehat. Akhirnya bikin kesepakatan pembuatan mesin cuci untuk menjaga kualitas dan kuantitas yang banyak. Dengan memproduksi mesin cuci satu tabung membawa harapan baru bagi bisnis Sharp Indonesia sendiri," ucap Andry.
Dengan dibukanya lini produksi baru ini, ia juga menyebut Sharp Indonesia akan memproduksi mesin cuci satu tabung 1,4 juta unit per tahun dan target ekspor produk Sharp ke pasar Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika meningkat jadi 10-20 persen di 2020.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Sharp akan relokasi pabrik sebagai bentuk ekspansi.
"Jadi, sifatnya ekspansi. Salah satunya karena sudah punya pengalaman di Indonesia, dan Indonesia dinilai sudah stabil," ujarnya, Senin (17/6/2019).
Menurut Airlangga, Indonesia terus dilirik oleh para investor asing karena dipandang sebagai salah satu negara yang serius dalam mengembangkan ekonomi digital.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sharp-karawang.jpg)