Breaking News:

Naik Tajam, Semester I Prodia Bukukan Laba Bersih Rp 81,69 Miliar

Kinerja keuangan Perseroan pada semester I 2019 merupakan refleksi dari kokohnya bisnis inti Perseroan

Tribunnews/JEPRIMA
Regional Head Greater Jakarta PT Prodia Widyahusada Tbk Dwi Yuniati Daulay (kanan) di dampingi Regional Marketing Manager Greater Jakarta PT Prodia Widyahusada Tbk Popy Agustina (kedua kiri) dan Marketing Communications Manager PT Prodia Widyahusada Tbk Reskia Dwi Lestari (ketiga kiri) saat meninjau peserta Prodia Healthy Fun Festival 2019 melakukan medical check up di Tribeca Park, Jakarta Barat, Sabtu (20/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) meraih pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 12,1 persen menjadi Rp 799,08 miliar pada semester I 2019. 

Laba bersih perseroan juga meningkat menjadi Rp 81,69 miliar atau naik 34,2 persen dan EBITDA pun mengalami kenaikan 31,8 persen menjadi Rp 127,41 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.  

Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengatakan kinerja keuangan Perseroan pada semester I 2019 merupakan refleksi dari kokohnya bisnis inti Perseroan dan terus bertumbuhnya pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan Prodia,

“Kami juga telah memperbaharui proses automasi pada proses kerja di laboratorium untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Kami optimis peningkatan pendapatan dan upaya efisiensi berkelanjutan akan meningkatkan kinerja Perseroan sepanjang tahun 2019,” kata Dewi, Selasa (30/7/2019).

Pertumbuhan pendapatan bersih perseroan ditopang oleh peningkatan pendapatan tes pemeriksaan rutin, esoterik dan non laboratorium. 

Kontribusi pendapatan tes pemeriksaan rutin sebesar 74,5 persen, tes esoterik 16,7 persen dan pendapatan non laboratorium 8,8 persen terhadap total pendapatan Perseroan pada semester I 2019. 

Dari segi segmen pelanggan, segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang masing-masing sekitar 34,43 persen dan 32,43 persen kepada pendapatan perseroan. 

Sedangkan, segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi menopang sekitar 21,20 persen dan 11,94 persen terhadap pendapatan perseroan.

Baca: Bantah Pernyataan BKPM, Tokopedia Nyatakan Sejak Awal Berinvestasi Langsung ke Indonesia

Jumlah permintaan terhadap tes esoterik juga mengalami peningkatan menjadi sekitar 242.848 tes dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

“Peningkatan permintaan untuk tes esoterik serta jumlah hari kerja yang lebih banyak pada semester II memberikan kesempatan bagi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan dengan bertambahnya volume kunjungan pelanggan,” tambah Dewi. 

Per 30 Juni 2019, perseroan telah menggunakan dana hasil penawaran umum sebesar Rp 506,92 miliar dari total dana hasil bersih penawaran umum senilai kurang lebih Rp 1.148 miliar. 

Dari total dana hasil IPO yang telah digunakan per 30 Juni 2019, sebesar Rp 334,85 miliar digunakan untuk pengembangan jejaring outlet, Rp 84,73 miliar untuk peningkatan kemampuan dan kualitas layanan, dan Rp 87,33 miliar untuk modal kerja.
 

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved