Ingin Naik Kelas, BRI Agro Incar Rights Issue Rp 700 Miliar

Direktur Utama BRI Agro Agus Noorsanto mengatakan, perusahaan menargetkan dapat menambah dana hingga Rp 700 miliar dari aksi tersebut.

Ingin Naik Kelas, BRI Agro Incar Rights Issue Rp 700 Miliar
TRIBUNNEWS.COM/RIA A
Direktur Utama BRI Agro (tengah) saat bertemu awak media di Jakarta, Rabu (21/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank BRI Agroniaga Tbk (AGRO) bakal melaksanakan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD/Rights Issue) pada September 2019. Anak usaha BRI ini akan melepas saham baru sebanyak 3 miliar saham atau 12,32 persen dari modal yang disetor.

Direktur Utama BRI Agro Agus Noorsanto mengatakan, perusahaan menargetkan dapat menambah dana hingga Rp 700 miliar dari aksi tersebut.

"BRI Agro akan rights issue tujuannya untuk perbesar kapasitas bisnis. Kami juga ingin perkuat infrastruktur IT atau digital kita," kata Agus kepada awak media di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Agus menjelaskan, dalam aksi kali ini, sang induk perusahaan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. tidak akan menggunakan haknya. Dengan begitu, kepemilikan saham bank terbesar di Indonesia itu akan terdelusi menjadi sekitar 76,35 persen dari saat ini sebesar 87,10 persen.

"Kepemilikan BRI sekarang tidak diambil karena ingin perbesar porsi masyarakat supaya lebih liquid, (saham publik) dari 6,5 persen harapannya bisa dekati 20 persen," jelasnya.

Baca: Kinerja BRI Agro Q1 Didukung Penyaluran Kredit dan Likuiditas

Lewat righst issue tersebut, emiten berkode AGRO ini berharap bisa naik kelas dari Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II menjadi BUKU III. Saat ini, modal yang dimiliki perusahaan sekira Rp 4,45 triliun.

"Kalau sukses semoga kita bisa jadi BUKU III. Sehingga aktivitas kita meningkat, fee based income naik, base customer naik. Kalau sudah BUKU III, tentu SDM, managemen, IT semua siap kita tingkatkan," jelasnya.

Agus belum mengumumkan harga pelaksanaan. Namun, dia menyebutkan harganya akan sangat kompetitif dan menarik untuk pasar. Pada Desember 2018, saham AGRO Rp310 per lembar saham, kemudian mencapai Rp372 pada 2 Agustus 2019 dan pada akhir Maret 2019 sebesar Rp 320 per lembar saham.

Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan berlangsung pada 10-17 September 2019. Sebelum itu, emiten bersandi AGRO itu menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 26 Juni 2019, diikuti dengan proyeksi tanggal efektif penyataan pendaftaran HMETD pada 27 Agustus 2019.

Sebagai informasi, pada kuartal I 2019, Pendapatan bunga bersih AGRO tumbuh 4,72 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp160,24 miliar, didorong oleh tingginya penyaluran kredit yang menghasilkan pertumbuhan pendapatan bunga mencapai 29,93 persen YoY.

Pertumbuhan kredit sebesar 30,41% YoY didukung oleh likuiditas AGRO yang memadai dengan LDR pada level 88,18 persen selama kuartal I/2019.

Oleh karena itu, perseroan berhasil mencatatkan laba bersih Rp61,11 miliar di kuartal I, yang merupakan pencapaian laba tertinggi ke-4 dari
seluruh bank BUKU 2 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved