Menhub Budi Minta Jajarannya All Out Perkuat Digitalisasi Layanan Transportasi

Kementerian Perhubungan dihadapkan pada satu kegiatan digital yang begitu masif, kami meminta kepada teman-teman di Kemenhub

Menhub Budi Minta Jajarannya All Out Perkuat Digitalisasi Layanan Transportasi
Ria Anatasia/tribunnews.com
Menhub Budi Karya Sumadi dalam diskusi bertema “Peranan Perkembangan Ekonomi Berbasis Digital di Indonesia” dan Soft Launching Buku berjudul “Transformasi Ekonomi Berbasis Digital di Indonesia” di Jakarta, Kamis (22/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhu Budi Karya Sumadi mengatakan, menghadapi era digital, seluruh jajarannya serta seluruh stakeholder transportasi terus berupaya meningkatkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, agar pelayanan transportasi menjadi semakin meningkat.

Hal tersebut ia sampaikan dalam diskusi bertema “Peranan Perkembangan Ekonomi Berbasis Digital di Indonesia” dan Soft Launching Buku berjudul “Transformasi Ekonomi Berbasis Digital di Indonesia” di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

“Kementerian Perhubungan dihadapkan pada satu kegiatan digital yang begitu masif, kami meminta kepada teman-teman di Kemenhub untuk all out guna meningkatkan pelayanan dengan memanfaatkan teknologi digital," kata Budi.

Baca: Bangkai Paus Pilot Terdampar di Pantai Penimbangan Buleleng, Tubuhnya Penuh Luka

Baca: Sempat Error, Sistem Check-In Terminal 3 Bandara Soetta Kembali Normal

Baca: LPN Terus Gencarkan Gerakan Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing

"Bagaimana suatu regulasi yang ada bisa mengatur teknologi digital agar kehadirannya dapat menjadi lebih baik dan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” jelas Menhub.

Lebih lanjut, Menhub Budi menjelaskan digitalisasi merupakan suatu keniscayaan yang harus dihadapi dengan baik. Sebagai contoh di bidang transportasi, kini sudah mulai ada taksi daring dan ojek online sehingga mengharuskan Pemerintah menyiapkan regulasi demi keselamatan dan keamanan masyarakat.

Menurutnya, dalam aturan terkait taksi daring dan ojek online harus memenuhi unsur yang melindungi konsumen, pengendara, dan juga memikirkan perusahaan tersebut.

“Di transportasi, seperti ojol (ojek online) misalnya, keberadaannya dibutuhkan masyarakat. Untuk itu kami lakukan diskresi untuk mengatur masalah keselamatan Pengemudi dan penumpang serta pendapatan pengemudi Ojol,” jelasnya.

Menhub Budi dalam sambutannya juga mengharapkan hasil dari diskusi ini, para akademisi dan praktisi dapat memberikan masukan-masukan positif kepada Pemerintah agar siap menghadapi era digital.

“Digital adalah masa depan kita, oleh karenanya perlu adanya satu kolaborasi dari akademisi, praktisi dan juga regulator yang lebih optimal. Tolong kami diberitahu jika ada masukan-masukan dari rekan-rekan, karena Presiden Jokowi selalu mengatakan segala sesuatu yang memberikan manfaat untuk umat harus diutamakan,” tandas Menhub Budi.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved