Kurs Rupiah Kembali Ditutup Melemah Sore Tadi

Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS yang terjadi pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen perang dagang.

Kurs Rupiah Kembali Ditutup Melemah Sore Tadi
WARTA KOTA/henry lopulalan
Aktivitas penukaran uang di Money Changer VIP di Jalan Menteng Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/10/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS kembali menunjukkan pelemahan di akhir perdagangan, Senin (26/8). Data Bloomberg menunjukkan rupiah di level Rp 14.243 per dolar AS atau melemah tipis 0,19%. Pelemahan tipis juga terjadi pada kurs rupiah berdasarkan JISDOR dengan 0,08% dan menempatkannya di level Rp 14.261 per dolar AS.

Pelemahan yang terjadi pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen perang dagang. Situasi perang dagang sedang memanas seiring China yang berencana mengenakan tarif baru untuk produk berasal dari AS.

Meskipun demikian, analis Monex Investindo Ahmad Yudiawan menilai, pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen-sentimen positif. Dia bilang, pelemahan rupiah terjadi sejak awal perdagangan.

Dari perang dagang, Yudi bilang ada sentimen positif yang mendukung pergerakan rupiah.

Alasannya terkait pernyataan Donald Trump yang menanggapi kebijakan China dengan memuji presiden China Xi Jinping. 

Baca: Inilah Lima Kelebihan Samboja, Kecamatan di Kukar yang Akan Jadi Ibu Kota Baru RI

Yudi juga menyatakan, Donald Trump kembali membuka kemungkinan untuk mengajak China kembali bernegosiasi.

“Trump malah memuji Jinping dengan mengatakan bahwa presiden China tersebut merupakan good leader,” ujar Yudi.

Baca: Profil Lengkap Penajam Paser Utara, Ibukota Baru Republik Indonesia yang Diumumkan Jokowi

Selain itu, Yudi juga mengatakan adanya sentimen positif dari harga minyak yang kian rendah. Ia menilai hal ini dapat menopang transaksi berjalan agar lebih baik. “Karena kita basisnya masih mengimpor minyak dan kita bisa membayar minyak dengan harga yang cukup murah,” jelas Yudi.

Baca: Tujuh Perjalanan Kereta Api Terganggu Akibat Tabrakan KA Argo Parahyangan Vs Bus di Klari

Sentimen-sentimen ini juga dinilai akan mempengaruhi pergerakan rupiah pada esok hari. Yudi melihat belum ada sentimen-sentimen negatif untuk pergerakan rupiah besok. Oleh karena itu, ia berpendapat mata uang garuda besok masih bisa mengalami penguatan tipis.

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri juga menyebutkan bahwa efek memanasnya perang dagang menyebabkan rupiah melemah hari ini. Ia bilang tidak hanya rupiah yang melemah melainkan mata uang Asia lainnya juga melemah.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved