Tujuh Perjalanan Kereta Api Terganggu Akibat Tabrakan KA Argo Parahyangan Vs Bus di Klari

Perjalanan KA Lokal 326 Walahar Ekspres (relasi Tanjung Priok – Purwakarta) yang kini tertahan di Karawang.

Tujuh Perjalanan Kereta Api Terganggu Akibat Tabrakan KA Argo Parahyangan Vs Bus di Klari
Tribun Jabar/Mega Nugraha
ILUSTRASI - Kereta Api Argo Parahyangan Bandung jurusan Jakarta-Bandung anjlok, 40 meter sebelum peron Stasiun Bandung, Rabu (24/1/2018) sekitar pukul 08.39 WIB. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perjalanan tujuh kereta api dari dan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur terganggu akibat insiden kecelakaan Kereta api Argo Parahyangan yang menabrak bus yang sedang melintas di perlintasan liar di Km 67 Klari, Kabupaten Karawang, Senin (26/8/2019) pukul 12.36 WIB.  

Rincian enam kereta api yang tertahan akibat insiden kecelakaan ini adalah KA Lokal 326 Walahar Ekspres (relasi Tanjung Priok – Purwakarta) yang kini tertahan di Karawang, KA 68 Cirebon Ekspres (Gambir – Cirebon) tertahan di Kedunggedeh, dan KA 156 Singasari (Pasar Senen – Malang) tertahan di jalur III Lemahabang.

Berikutnya yang juga tertahan perjalanannya adalah KA 2516 yang tertahan di jalur IV Lemahabang, KA 34 Argo Parahyangan (Gambir – Bandung) yang tertahan di Cikarang dan PLB 7051 Argo Parahyangan (Bandung – Gambir) yang tertahan di Kosambi serta KA 144 Jayabaya relasi Pasar Senen – Surabaya Gubeng yang tertahan di Stasiun Tambun, Bekasi.  

Baca: Inilah Lima Kelebihan Samboja, Kecamatan di Kukar yang Akan Jadi Ibu Kota Baru RI

Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa mengatakan, insiden tersebut membuat prasarana rel mengalami kerusakan dan sejumlah perjalanan KA lainnya tertahan.

Eva Chairunisa menambahkan, tim langsung melakukan evakuasi terhadap bus dan proses lainnya agar jalur rel dapat beroperasi normal kembali.

"Kecelakaan terjadi saat bus melintasi perlintasan liar di daerah Karawang – Klari. Kami bekerja dengan cepat untuk memperbaiki rel yang mengalami kerusakan akibat kejadian ini,” ujarnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved