ABI Research: Grab Kuasai Pasar Indonesia dan Vietnam

Go-Jek, pesaing terdekat Grab, memiliki 35,3% dari pasar Indonesia sementara Go-Viet memiliki 10,3% dari pasar Vietnam.

ABI Research: Grab Kuasai Pasar Indonesia dan Vietnam
Alex Suban/Alex Suban
Calon penumpang dan pengendara Ojek Online menunggu di Halte Grab Meeting Point di sisi Mal FX di Jalan Pintu Satu, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/8/2018). Di halte ini penumpang yang tidak memiliki aplikasi juga dapat memesan ojek melalui alat yang tersedia. Namun halte semacam ini hanya terdapat saat Asian Games 2018 berlangsung. (Warta Kota/Alex Suban) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kawasan Asia-Pasifik telah menjadi pasar terbesar transportasi online (ride-hailing) di dunia.

Kawasan ini mencakup 70% dari semua perjalanan ride-hailing dunia.

Pemain ride-hailing di kawasan ini juga tidak berhenti pada transportasi namun berkembang menjadi marketplace yang menyediakan berbagai kebutuhan lewat yang disebut “super-apps”.

Riset yang dilaksanakan oleh ABI Research yang berpusat di London, Inggris, menemukan Grab mempertahankan pangsa pasar ride-hailing atau transportasi online sebesar 11,4%, di Asia-Pacific dengan dominasi di pasar Indonesia dan Vietnam.

Baca: Catat, Ini Tanggal peluncuran Vivo V17 Pro dan Spesifikasinya

Riset ini merupakan riset kedua yang dikeluarkan oleh ABI Research setelah tahun 2018.

Di Indonesia, Grab memimpin pasar dengan 64% dan Vietnam 74%.

Menurut ABI, kepemimpinan pasar ini merupakan buah keberhasilan Grab menjadi super app yang dapat menangkap volume permintaan masyarakat yang begitu besar selain transportasi, yaitu dengan menyediakan layanan pengiriman barang dan makanan, serta layanan keuangan melalui layanan GrabExpress, GrabFood, GrabFresh, dan GrabFinancial.

Sedangkan menurut data ABI Research, Go-Jek, pesaing terdekat Grab, memiliki 35,3% dari pasar Indonesia sementara Go-Viet memiliki 10,3% dari pasar Vietnam.

Menurut James Hodgson, Smart Mobility Principal Analyst at ABI Research, pertumbuhan transportasi online mengalami perlambatan.

"Setelah mencapai 22 miliar perjalanan pada 2018, tahun ini diperkirakan akan ditutup dengan angka perjalanan sedikit di bawah 22 miliar," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima kontan.co.id, Rabu (18/9).

Karena itu, pengembangan layanan di luar transportasi adalah keniscayaan.

Hodgson mencontohkan, di Amerika Serikat, ketika sektor transportasi Uber hanya tumbuh 9% pada Q1 2019, UberEats tumbuh impresif mencapai 89% pada periode yang sama.

Menurut Hodgson, operasi ride-hailing makin tertekan dengan langkah-langkah meningkatkan insentif pengemudi dan mensubsidi tarif untuk mencari pelanggan baru dan memperluas pangsa pasar.

Karena itu, pengembangan untuk menjadi “supermarket” layanan smart mobility yang dilakukan Grab merupakan contoh suatu upaya inovasi yang berhasil.

Berita Ini Sudah Tayang di KONTAN, dengan judul: Strategi berhasil, Grab kuasai pasar Indonesia dan Vietnam

Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved