TMMIN Ajak UGM Bikin Biodiesel Murah dan Berkualitas

TMMIN menggandeng UGM, untuk bersama-sama mengembangkan kemitraan pendidikan dan penelitian, khususnya di sektor otomotif.

TMMIN Ajak UGM Bikin Biodiesel Murah dan Berkualitas
(dok TMMIN)
Sinergi Industri dan Akademisi Perkuat Daya Saing Nasional--President Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono (kedua kiri) dan Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Yogjakarta Panut Mulyono (kedua kanan), Direktur IKM LMEA Kemenperin Endang Suwartini (kiri) dan Wakil Rektor Bidan Kerjasama dan Alumni UGM Paripurna (kanan) pada acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara TMMIN dan UGM untuk bidang kemitraan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, di Gedung Rektorat UGM Yogjakarta, Kamis, (19/9).(dok TMMIN) 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA – Tahun depan, Indonesia akan memperluas penggunaan bahan bakar biodiesel, dari B20 melangkah ke B30 dan diharapkan bisa menjadi B50.

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia ( TMMIN) menggandneg Universitas Gadjah Mada ( UGM), untuk bersama-sama mengembangkan kemitraan pendidikan dan penelitian, khususnya di sektor otomotif.

Salah satu bentuk kerja sama yang akan dilakukan adalah, melakukan pengembangan energi baru dan terbarukan. Peneliti dari UGM akan mengkaji teknologi pembuatan biodiesel dari kelapa sawit, yang menghasilkan produk dengan kualitas tinggi dan harga terjangkau.

Sebagai bentuk awal dari kerja sama, TMMIN dan UGM melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Kamis (19/9/2019), di di Gedung Rektorat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

MoU ditandatangani oleh Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU. dan Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono.

“Industri Indonesia dituntut untuk terus meningkatkan daya saing agar bisa memberikan kontribusi yang lebih kepada bangsa Indonesia. Kami yakin bahwa salah satu kunci utama untuk mencapainya adalah dengan kemitraan yang erat dengan akademisi,” ujar Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono, dalam keterangan resminya.

Sebagai bagian dari upaya mengembangkan riset industri dan link & match antara industri dengan akademisi, kemitraan riset antara TMMIN dan UGM mencakup topik-topik yang menjadi perhatian industri seperti energi baru dan terbarukan, lingkungan hidup, produktivitas dan efisiensi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Kedepannya persaingan akan terjadi bukan lagi antar perusahaan atau industri melainkan antar ekosistem. Oleh karena itulah ekosistem industri yang kompetitif harus terus menerus dibangun dengan meningkatkan kerjasama triple helix antara industri, akademisi, dan pemerintah,” tambah Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam.

Riset-riset ini akan berlangsung selama enam bulan, dan hasilnya selain menjadi kajian ilmiah juga akan didesiminasi ke industri-industri terkait, sejalan dengan semangat link and match.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Toyota Ajak UGM Bikin Biodiesel Murah dan Berkualitas"

Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved