Fintech Syariah Tawarkan Investasi Aman dan Menguntungkan

Pertumbuhan fintech syariah di sektor produktif ini didorong oleh minat investor yang cukup tinggi.

Fintech Syariah Tawarkan Investasi Aman dan Menguntungkan
Istimewa
Founder dan Co-Founder, bersama seluruh team ALAMI. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembiayaan sektor produktif menjadi kategori yang mendominasi financial technology (fintech). Hingga saat ini setidaknya sudah ada sembilan fintech syariah yang terdaftar dan 15 fintech yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sekitar 90 persen di antaranya memberikan pembiayaan untuk sektor produktif. Pertumbuhan fintech syariah di sektor produktif ini didorong oleh minat investor yang cukup tinggi.

Tiar Karbala, CEO TN Kapital mengatakan bahwa menurutnya industri fintech syariah di Indonesia memiliki potensi bisnis yang menjanjikan dan memiliki dampak bagi percepatan ekonomi bangsa Indonesia. Selain berpotensi memperoleh margin yang besar dari sisi bisnis, pembiayaan ini memberikan dampak yang positif untuk sosial.

Baca: Dua Siswi SMK Muhammadiyah di Ciamis Tenggelam Saat Ikut Pelatihan SAR di Situ Wangi

Baca: JAS Kembali Layani Penerbangan Flynas Airlines

Baca: Bak Tayangan Sinetron, Setelah Bertengkar dan Ditabok, Mamah Muda Ini Ditabrak Mantan Suaminya

“Masih banyak potensi yang dapat dimaksimalkan pada industri fintech di Indonesia, terutama di sektor layanan pembiayaan P2P yang memiliki sistem pembiayaan secara syariah. Selain memiliki prospek bisnis yang baik, sektor pembiayaan ini dapat memberikan dampak yang positif untuk sosial, terutama bagi industri start up dan UKM,” jelas Tiar dalam keterangannya.

Tiar menambahkan bahwa saat ini TN Kapital telah berkolaborasi dengan salah satu start up financing P2P dengan sistem pembiayaan murni syariah bernama ALAMI. Menurut Tiar, kolaborasi TN Kapital dengan ALAMI merupakan langkah yang strategis demi menyediakan pilihan investasi dan layanan pembiayaan yang dengan sistem berbasis syariah untuk masyarakat Indonesia.

“Kami ingin melebarkan sayap ke sektor fintech syariah ini dengan berkolaborasi bersama ALAMI. Kami ingin menghadirkan pilihan investasi layanan pembiayaan yang memiliki banyak manfaat bagi pendana maupun UKM, dan pastinya terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Dima Djani, Founder & CEO ALAMI menjelaskan bahwa pembiayaan peer-to-peer financing syariah memiliki keunggulan lebih dari segi kepastian, keamanan serta risiko investasi yang cenderung lebih rendah, terutama ketika dibandingkan dengan return instrument reksa dana per tahun, mengingat return investment reksa dana yang fluktuatif karena dipengaruhi oleh kinerja pasar.

“Prinsip syariah mengutamakan nilai-nilai kemaslahatan, manfaat baik, serta mengusung unsur keamanan khususnya dalam menyaring bisnis yang akan didanai. ALAMI melaksanakan credit scoring pada UKM melalui sistem credit engine yang merangkup sisi kualitatif dan kuantitatif demi memastikan operasional bisnis UKM tersebut sehat. Selain itu, dengan produk berupa invoice financing, ALAMI ingin meminimalisir risiko investasi, sehingga kepastian penggunaan dana serta pembayarannya jelas,” jelasnya.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved