Bungasari Mulai Operasionalkan Pabrik Tepung Bernilai Rp 600 Miliar di Cilegon

Pabrik ini diklaim memiliki fasilitas paling modern di Indonesia, dengan mengadopsi sistem pengolahan gandum yang canggih

Bungasari Mulai Operasionalkan Pabrik Tepung Bernilai Rp 600 Miliar di Cilegon
ist
Presiden Director PT Bungasari Flour Mills Indonesia, Budianto Wijaya, Rabu (9/10) siang, di Cilegon, Banten. 

TRIBUNNEWS.COM, CILEGONPT Bungasari Flour Mills Indonesia mulai mengoperasikan pabrik tahap kedua di Cilegon, Banten, Rabu (9/10) siang.

Pengoperasian pabrik ditandai melakukan produksi pertama di pabrik tepung terigu yang berada di atas lahan seluas 11 hektar.

Pabrik ini diklaim memiliki fasilitas paling modern di Indonesia, dengan mengadopsi sistem pengolahan gandum yang canggih dan telah beroperasi di Cilegon sejak Agustus 2014.

"Sejak kali pertama didirikan pada tahun 2012, komitmen kami tetap konsisten, satu di antaranya adalah terus mengembangkan kapasitas pabrik dalam rangka memenuhi permintaan pasar yang terus meningka," kata Presiden Director PT Bungasari Flour Mills IndonesiaBudianto Wijaya, Rabu (9/10) siang, di Cilegon, Banten.

Dengan diresmikan pabrik yang dibangun dengan biaya 43 juta dolar AS ini, kata Budianto, Bungasari menggenapkan janjinya dengan mewujudkan visi untuk menjadi produsen terigu terkemuka di Indonesia.

"Dengan pengembangan ini, kami meningkatkan kapasitas produksi dari sebelumnya 1500 metrik ton (MT) per hari menjadi 2000 MT per hari, dan akan menjadi 3000 MT per hari saat semuanya rampung," ujarnya.

"Kapasitas tepung terigu per tahun kini menjadi sekitar 500.000 MT per tahun dan kapasitas gandum menjadi 660.000 MT per tahun," Budianto, menambahkan.

Baca: Edukasi Pelanggan Setianya, Bungasari Luncurkan Slogan 5hare Greatness

Pengembangan pabrik juga mencakup peningkatan kapasitas penyimpanan gandum.

Sebelumnya, pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Krakatau tersebut mempunyai kapasitas penyimpanan gandum sebesar 79.000 MT, yang kemudian ditingkatkan menjadi 140.000  MT.

"Sehingga memungkinkan kami untuk bisa melakukan pembelian gandum yang kompetitif serta lebih fleksibel, serta mampu menyimpan lebih banyak jenis gandum, agar dapat berproduksi dengan lebih efisien," tutur pria yang pada tahun ini mendapat kepercayaan penuh untuk menjabat presiden direktur perusahaan terigu terkemuka ini.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved