Jumat, 22 Mei 2026

Logistik Mahal, Pelaku Usaha Cari Cara Tekan Biaya

Berdasarkan data dari Kementerian PUPR, total pembangunan jalan tol bagi pengiriman logistik sejak 2015 - 2018 mencapai sepanjang 782 Km.

Tayang:
Editor: Fajar Anjungroso
Istimewa
Pengiriman logistik. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lima tahun di bawah periode kepemimpinan Jokowi - JK, pembangunan infrastruktur terus digenjot untuk mempermudah konektivitas antar kota, provinsi dan pulau.

Berdasarkan data dari Kementerian PUPR, total pembangunan jalan tol bagi pengiriman logistik sejak 2015 - 2018 mencapai sepanjang 782 Km.

Pembangunan terus berlanjut hingga saat ini, pemerintah menargetkan pembangunan jalan tol tahun 2019 sepanjang 1.070 Km.

Berbagai infrastruktur lain juga sejalan terus dibangun termasuk pelabuhan dan bandara.

Sayangnya, pembangunan infrastruktur yang dilakukan belum dapat menekan biaya logistik.

Berdasarkan data yang diungkap Badan Kejuruan Teknik Industri-Persatuan Insinyur Indonesia rata-rata biaya logistik di Indonesia mencapai 25 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), angka ini lebih tinggi jika dibandingkan negara Vietnam dan Malaysia.

Tingginya biaya angkut pasokan barang ini disebabkan oleh beberapa hal.

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi mengatakan bahwa masalah logistik Indonesia meliputi transportasi, pergudangan dan persediaan.

"Biaya transportasi itu 70 persen dari biaya logistik. Di negara lain nggak gitu," tutur Setijadi saat di Kementerian Perindustrian, Rabu (16/10/2019).

Baca: Buka Pameran Industri Transportasi dan Logistik, Menhub Harapkan Ekspor Tumbuh

Masalah selanjutnya ialah keseimbangan arus muatan balik terutama dari Timur ke Barat.

Arus muatan balik ini masih rendah, angkanya tidak mencapai 50 persen saat kendaraan kembali ke Barat.

"Kenapa muatan balik itu rendah? Terkait penyebaran pembangunan, sekitar 50 persen distribusi PDB di Pulau Jawa, hanya di bawah 10 persen di Papua. Contoh, tol laut muatan baliknya di bawah 20 persen, misal kapasitas truk 10 ton pas antar barang 10 ton, balik cuma 2 ton. Di darat persentasi muatan baliknya pun hampir sama," tambahnya.

Berdasar pada biaya logistik yang tinggi, Badan Kejuruan Teknik Industri-Persatuan Insinyur Indonesia (BKTI-PII) didukung oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menyelenggarakan seminar "Membangun Rantai Pasok Nasional Terintegrasi Berbasis Platform Logistik 4.0".

Seminar ini merupakan seminar pembuka dalam Supply Chain and Logistic Series 2019 yang akan mencari solusi masalah logistik Indonesia yang terintegrasi sehingga dapat meningkatkan daya saing industri Indonesia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved