Kabinet Jokowi Maruf

Erick Thohir Dipanggil Istana, Saham Mahaka Media Melesat 28,96 Persen

Erick yang merupakan pendiri Mahaka Group merasa berat meninggalkan pekerjaannya di bidang bisnis olahraha maupun media.

Erick Thohir Dipanggil Istana, Saham Mahaka Media Melesat 28,96 Persen
Seno Tri Sulistiyono/Tribunnews.com
Erick Thohir saat diundang Jokowi ke Istana Negara 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Erick Thohir menjadi salah satu pengusaha yang berpotensi kuat masuk ke kabinet kerja jilid II Joko Widodo-Ma'ruf Amin periode 2019-2024. Apalagi dia dipanggil oleh presiden Jokowi ke istana pada hari ini, Senin (21/10/2019).

Menyusul hal tersebut, saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA), perusahaan yang didirikan oleh Erick Thohir, menunjukkan pergerakan positif pada perdagangan hari ini.

Mengutip data RTI Infokom, pada penutupan sesi I saham ABBA dijual seharga Rp236 per lembar saham. Angka ini menguat sebanyak 28,96 persen dari posisi akhir pekan lalu di Rp183 per lembar saham.

Saham ABB sempat menyentuh posisi tertinggi di level Rp238 dan terendah di angka Rp187.

Hingga pukul 14.40 WIB, saham ABBA telah diperdagangkan sebanyak 691,6 juta lembar saham dengan nilai transaksi sebanyak Rp 149 miliar. Sementara frekuensi transaksinya mencapai 29.171 kali.

Sebelumnya diberitakan, Erick Thohir datang ke Istana Kepresiden, Jakarta, Senin (21/10/2019). Erick tiba di Istana sekitar pukul 11.05 WIB

Dia datang menjelang pengumuman susunan menteri Kabinet Kerja jilid ll pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Erick Thohir mengaku berat melepaskan posisinya di beberapa perusahaan, setelah ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi menteri.

Namun, Erick masih enggan menyebut akan menjadi menteri apa di Kabinet Kerja jilid ll. Ia hanya membocorkan akan menjadi menteri di sektor ekonomi.

Baca: Ada Pengumuman Kabinet Kerja, Saham Milik Erick Tohir Menghijau

"Saya lebih banyak di ekonomi," ucap Erick usai bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Erick yang merupakan pendiri Mahaka Group merasa berat meninggalkan pekerjaannya di bidang bisnis olahraha maupun media.

Menurutnya, pengunduran diri di beberapa perusahaan harus dilakukan untuk menghindarkan konflik kepentingan ke depannya.

"Memang cukup berat bagi saya, secara pribadi karena pada saat Asian Games berhenti total hampir 2 tahun 8 bulan," ujar Erick.

"Kemarin juga harus lagi (berhenti sejenak) ada kerjaan lain, saya rasa sudah hampir 3 tahun lebih. Sekarang baru 2 atau 3 bulan kembali normal (bekerja lagi) , ya mungkin itu rahasia Allah," sambung Erick.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved