BNI Syariah Catat Laba Bersih Rp461,96 Miliar di Triwulan III-2019

Seiring dengan kenaikan laba, BNI Syariah juga mencatat kenaikan aset 12,76 persen yoy menjadi 43,92 triliun

BNI Syariah Catat Laba Bersih Rp461,96 Miliar di Triwulan III-2019
HO/-
BNI Multifinance dan BNI Syariah turut berkontribusi dalam penyelenggaraan BNI Java Jazz 2019 di Jakarta, Sabtu (2/3/2019). BNI Multifinance menggelar Promo Vaganza yaitu pembiayaan kendaraan roda 4 maupun roda 2 dengan penawaran suku bunga 5 persen. BNI Syariah juga kembali menyediakan fasilitas Musholla Hasanah dengan mengusung Keep Life in Balance di Gedung Pusat Niaga lantai 4, di area Jakarta International Expo (JIExpo). TRIBUNNEWS/HO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Anak perusahaan PT Bank Negara Indonesia (Persero), BNI Syariah mencatatkan laba bersih Rp461,96 Miliar sampai Triwulan III 2019.

Angka itu naik 50,66 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun 2018 sebesar Rp306,61 miliar. 

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan kenaikan laba ini didorong oleh pertumbuhan pembiayaan berkualitas, efisiensi operasional, ekspansi dana murah ditunjukkan oleh rasio CASA yang meningkat, serta NPF yang terjaga.

Selain itu, minat nasabah terhadap produk dengan akad wadiah semakin tinggi, sehingga beban bagi hasil menurun. 

“Alhamdullilah, secara umum kinerja BNI Syariah terus tumbuh secara konsisten di atas rata-rata industri,” kata Abdullah, Jumat (25/10).

"Seiring dengan kenaikan laba, BNI Syariah juga mencatat kenaikan aset 12,76 persen yoy menjadi 43,92 triliun dari periode sama tahun 2018 sebesar Rp 38,95 triliun,” tambahnyaz.

Kenaikan aset BNI Syariah lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri sebesar 11,53% (data SPS per Juli 2019 BUS-UUS).

Baca: BNI Syariah Perluas Layanan Keuangan ke Sektor Pendidikan

Dari sisi bisnis, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 31,81 triliun, naik 18,34 persen yoy dari periode sama tahun 2018 sebesar Rp 26,88 triliun. 

Komposisi pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp 15,08 triliun (47,4 persen dari total pembiayaan); segmen komersial sebesar Rp 8,54 triliun (26,8 persen); segmen kecil dan menengah sebesar Rp 6,22 triliun (19,6 persen);segmen mikro sebesar Rp 1,61 triliun (5,1 persen); dan kartu pembiayaan sebesar Rp 358 miliar (1,1 persen).

BNI Syariah juga melakukan transformasi digital dengan menerapkan metodologi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan transaksi dan ibadah nasabah. 

Salah satunya adalah memberikan kemudahan bertransaksi dengan pengisian formulir online untuk pembukaan rekening melalui Hasanah Online.
 

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved