Sambut 2020, Telkom Gelar Digital Experience Summit

Tingginya pertumbuhan penggunaan ICT di Indonesia disambut dengan optimisme dan harapan tinggi para pelaku bisnis

Sambut 2020, Telkom Gelar Digital Experience Summit
telkom.co.id
PT Telekomunikasi Indonesia 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tingginya pertumbuhan penggunaan ICT di Indonesia disambut dengan optimisme dan harapan tinggi para pelaku bisnis akan perlunya transformasi digital.

Bagaimana dan sejauh mana transformasi digital diperlukan oleh perusahaan, menjadi tema menarik yang dikemas Telkom dalam Digital Experience (DX) Summit 2019: Enhancing Digital Experience in Digital Transformation Era di Raffles Hotel Jakarta.

Menampilkan sharing session dari kalangan praktisi dan akademisi, DX Summit dihadiri oleh 150 orang perwakilan dari pelaku bisnis di berbagai industry, seperti banking, property, transportation, public services, dan lain-lain.

Deputy EVP Telkom DES Suhartono, mengatakan mentransformasi bisnisnya menjadi ‘King of Digital’, Telkom terus berproses mendigitalkan Indonesia. Diantaranya digitalisasi bisnis pelanggan dari front-end hingga back-end, sehingga tercipta digital experience yang menyeluruh yang selanjutnya dapat dikelola big datanya menjadi analisis yang berguna bagi pemangku kepentingan untuk mengembangkan bisnisnya.

"Bagaimana tantangan dan peluang transformasi digital tersebut akan kita kupas tuntas bersama para pakarnya di kegiatan summit ini.” Jelas Suhartono, Jumat (25/10/2019).

VP Marketing Infomedia Widi Sagita memaparkan temuan dari MIT yang menyatakan kegagalan dalam melakukan transformasi digital akan berdampak pada turunnya pendapatan perusahaan, hingga mencapai 30 persen dalam kurun waktu 5 tahun mendatang. Bahkan dampaknya akan lebih besar bagi Fortune 500.

Ia menjelaskan transformasi digital tidak hanya berpatokan pada kecanggihan teknologi. Transformasi yang berhasil kata dia, harus mampu mewujudkan objektif perusahaan untuk menciptakan kepuasaan pelanggan, biaya murah dan pendapatan bagi pertumbuhan bisnis.

Di tempat yang sama, EVP Center of Digital BCA Wani Sabu menjelaskan, transformasi Halo BCA dari masa ke masa menggambarkan bagaimana sebuah perubahan digital berawal dari insight melalui suara nasabah lalu didukung pucuk pimpinan tertinggi perusahaan.

Hal ini membawa BCA menjadi perbankan besar dan dicintai pelanggannya, meningkatkan efektivitas proses, hingga mencetak revenue melalui terobosan menarik dan sesuai kebutuhan pelanggan.

Direktur Operation Infomedia Riri Amalas Yulita menambahkan kunci sukses transformasi digital adalah mengenali pelanggan. Di sinilah peran analisis terhadap big data customer voice sangat penting.

"Dari analisis tersebut kita akan memperoleh insight untuk melakukan transformasi digital yang mungkin hasil akhirnya akan berbeda dan bersifat unik dari setiap perusahaan," kata Riri Amalas Yulita.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved