Ini Harapan Pelaku Industri Properti kepada Kabinet Baru

Beragam pekerjaan rumah di Kabinet Indonesia Maju menunggu hadirnya kebijakan baru, terutama terkait industri properti.

Ini Harapan Pelaku Industri Properti kepada Kabinet Baru
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo memberikan arahan saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019). Sidang kabinet paripurna itu merupakan sidang perdana yang diikuti menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu.

Beragam reaksi muncul terutama dari sektor bisnis dan ekonomi terkait kabinet baru ini, dengan harapan agar kondisi perekonomian yang lebih baik semakin cepat terwujud.

Beragam pekerjaan rumah di Kabinet Indonesia Maju menunggu hadirnya kebijakan baru, terutama terkait industri properti.

Pasalnya, hingga kuartal III 2019, industri ini masih mengalami perlambatan. Padahal, antara pemerintah dan otoritas terkait seperti BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan kelonggaran kepada perbankan dalam menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Baca: Imparsial Catat Tiga Pekerjaan Rumah yang Harus Diselesaikan Kapolri Baru

Baca: Ini Dua Pelanggaran Terbanyak Selama Operasi Zebra

“Dua kementerian yang terkait industri properti yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang tidak mengalami pergantian menteri," kata Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan dalam keterangannya, Rabu (30/10/2019).

"Kita bisa berharap akan ada kelanjutan dari berbagai kebijakan kementerian yang selama ini sudah berjalan baik, bisa berlanjut di periode yang mendatang," terang Ike.

Lebih lanjut, Ike mengharapkan agar kinerja kabinet baru bisa menggairahkan kembali industri properti di Indonesia setelah sekian lama mengalami pertumbuhan yang stagnan atau cenderung landai.

Adanya perlambatan pertumbuhan industri properti tanah air ini tercermin dari Rumah.com Property Market Index yang menunjukkan terjadi penurunan suplai properti tahunan secara nasional pada kuartal III 2019 ini, yaitu turun 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan kuartal II 2019 terjadi kenaikan suplai properti sebesar 28 persen secara kuartalan.

Menurut indeks tersebut penurunan suplai properti tahunan juga terjadi di kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) pada Q3 tahun 2019 ini, turun sebesar 11,8 persen jika dibandingkan dengan kuartal III 2018.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved