Selama Mudik Natal, Menteri PUPR Basuki Gratiskan Jalan Layang Tol Jakarta-Cikampek

Keputusan Tol Japek II untuk diresmikan kembali kepada Presiden Joko Widodo karena ada beberapa tol baru yang juga rampung dikerjakan akhir tahun ini.

Selama Mudik Natal, Menteri PUPR Basuki Gratiskan Jalan Layang Tol Jakarta-Cikampek
BKIP KEMENHUB
Menhub Budi Karya Sumadi bersama Dirut Jasa Marga Desi Arryani meninjau progres konstruksi jalan tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) dari lantai rooftop Apartemen Grand Dhika, Bekasi, Selasa (20/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Elevated bisa digunakan saat natal 2019 dan tahun baru 2020 (Nataru).

Rencananya, Tol Japek II akan dibuka gratis sementara di akhir Desember 2019.

"Kalau saya kepengin akhir November 2019 sudah selesai, jadi sudah bisa dimanfaatkan. Untuk Nataru sudah pasti," kata Basuki di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Menurut Basuki keputusan Tol Japek II untuk diresmikan kembali kepada Presiden Joko Widodo karena ada beberapa tol baru yang juga rampung dikerjakan akhir tahun ini.

Beberapa proyek yang akan diresmikan hingga akhir tahun di antaranya tol Lampung-Riau, tol Manado-Bitung, Balikpapan-Samarinda, dan Japek II Elevated.

Baca: Kementerian PUPR Perlu Dana Rp 2.000 Triliun, untuk Apa Saja?

“Nanti tunggu presiden soalnya ada empat tol baru," ucap Basuki.

Sementara Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menyebut kesiapan Tol Japek II sudah sampai tahap finishing touch.

Menhub sepakat dengan Menteri PUPR untuk menunggu arahan dari presiden terkait peresmiannya.

“Jakarta-Cikampek (II) itu sudah 98 persen, tinggal penyelesaian, penghalusan, dan marka jalan,” imbuhnya.

Proyek tol Japek layang memiliki panjang 36,4 km dari Gerbang Tol Cikunir hingga Karawang Barat ini memiliki biaya konstruksinya ditaksir mencapai Rp 11,69 triliun.

Direncanakan tol ini akan dilengkapi empat emergency bay (parking bay untuk keadaan darurat) serta dua emergency exit.

Dua perusahaan yang terlibat dalam pembangunan proyek ini adalah PT Waskita Karya dan PT Ascet Indonusa.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved