Dirut Garuda Dipecat

Bosnya Tersandung Penyelundupan Harley, Bagaimana Saham Garuda?

Penurunan saham ini tidak lepas dari berbagai sentimen negatif yang membayangi perusahaan penerbangan plat merah itu.

Bosnya Tersandung Penyelundupan Harley, Bagaimana Saham Garuda?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Menteri BUMN Erick Thohir memberikan keterangan saat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu berhasil mengungkap penyelundupan sepeda motor Harley Davidson pesanan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya menggunakan pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pencopotan Direktur Utama PT PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mempengaruhi harga saham perusahaan  berkode emiten GIAA itu.

Pada perdangan Jumat (6/12), saham GIAA turun 2,42% atau 12 poin ke level 484. Adapun selama sepekan ini saham GIIA juga cenderung terkoreksi 2,42%. 

Penurunan saham ini tidak lepas dari berbagai sentimen negatif yang membayangi perusahaan penerbangan plat merah itu.

Salah satunya kasus penyelundupan Harley Davidson yang dilakukan direksi Garuda Indonesia.

Berdasar data yang dihimpun, negara berpotensi mengalami kerugian hingga Rp 1,5 miliar dengan adanya penyelundupan ini. 

Kasus ini yang kemudian membuat Menteri Bahan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi mencopot Ari Askhara dari jabatannya Direktur Utama PT Garuda Indonesia (persero) Tbk., Kamis (5/12).

Baca: Mengungkap Awal Mula Isu Selingkuh Ari Askhara Eks Dirut Garuda dengan Pramugari Cantik

Walaupun dibayangi sentimen negatif, Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Marolop Alfred Nainggolan melihat pasar masih menaruh kepercayaan terhadap GIAA.

Hal ini terlihat dari performa GIAA yang secara year to date (ytd) masih menghijau. Berdasar RTI business,  saham GIAA menguat 62,42% ytd. 

" Saya melihat pasar sudah bisa memisahkan case non-fundamental, khususnya lebih kepada personal," katanya ketika ditemui, Jumat (8/12).  

Asal tahu saja, berdasar penelusuran, GIAA diselemiuti beberapa isu tidak sedap di masa jabatan Ari Askhara, seperti dugaan duopoli Garuda Indonesia dan Lion Air, rangkap jabatan direktur Garuda Indonesia, diduga monopoli umroh, kasus laporan keuangan Garuda.

Halaman
12
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved