Erick Thohir Bersihkan BUMN

Masih Nekat Lakukan Pelecehan Seksual di BUMN, Erick Thohir Siapkan Hukuman Ini

Menteri BUMN Erick Thohir menyoroti persoalan etika terhadap pekerja wanita di perusahaan pelat merah.

Masih Nekat Lakukan Pelecehan Seksual di BUMN, Erick Thohir Siapkan Hukuman Ini
YouTube Beri Satu
Screenshoot 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyoroti persoalan etika terhadap pekerja wanita di perusahaan pelat merah.

Dia mengatakan, BUMN harus menjadi garda terdepan dalam melindungi nilai-nilai etika yang dijunjung tinggi publik.

Erick juga mengutuk keras atasan yang mengambil keuntungan dari bawahan perempuannya, dengan cara-cara yang tidak profesional, seperti pelecehan.

"Pelaku tak hanya terancam diberikan sanksi berat, namun juga ada konsekuensi hukum," kata Erick, dalam rilis yang diterima, Minggu (22/12/2019) malam.

Adanya pembiaran pelanggaran kecil terkait pelecehan seksual berpotensi melanggengkan budaya tersebut di lingkungan Kementerian BUMN dan perusahaan pelat merah. Oleh karena itu, harus dibenahi.

Pihaknya akan membuat aturan secara mendetail untuk merespons bentuk pelecehan dari level terkecil hingga terendah.

Baca: Menteri BUMN Umumkan Dirut dan Komisaris Utama PLN Pada Senin Sore

Langkah selanjutnya adalah penegakan. Perusahaan mesti menindak praktik pelanggaran terkecil hingga kasus yang paling serius.

Langkah lain yang ditempuh adalah sosialisasi pada karyawan atas perlindungan terhadap hak serta martabat pekerja, dalam hal ini menyangkut pencegahan pelecehan seksual.

Erick menegaskan, pelecehan seksual di lingkungan kerja adalah cela yang tak bisa ditoleransi atas hak asasi manusia.

"Bagi saya, pelecehan seksual adalah penghinaan terhadap dasar kemanusiaan. Dan ini tentang kita semua, tentang orang-orang yang paling kita cintai, ibu, istri, putri kita, rekan kerja kita, teman-teman, dan perempuan-perempuan hebat yang kita kenal," kata Erick.

Halaman
12
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved