Kasus Asabri

Menko Luhut: Saya Belum Mengerti Soal Dugaan Korupsi Asabri

Manajemen PT Asabri diduga melakukan korupsi senilai Rp 10 triliun lebih.

Menko Luhut: Saya Belum Mengerti Soal Dugaan Korupsi Asabri
TRIBUNNEWS/GITA IRAWAN
Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Manajemen PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) diduga melakukan korupsi senilai Rp 10 triliun lebih.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, belum mengerti soal dugaan korupsi tersebut.

"Saya belum mengerti masalahnya (dugaan korupsi Asabri)" ujarnya di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Kendati demikian, Luhut menegaskan, jika tindakan korupsi itu dapat dibuktikan maka menjadi tindakan yang tidak bisa dibenarkan secara hukum.

"Iya tidak benarlah itu (tindakan korupsi)" kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan potensi kerugian negara akibat dugaan korupsi di PT Asabri (Persero) mencapai Rp16 triliun.

Anggota BPK Harry Azhar mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan data terkait adanya kerugian negara pada perusahaan asuransi yang diperuntukan untuk pensiunan TNI dan Polri berpangkat rendah.

Baca: BPK: Skandal Korupsi Asabri Berpotensi Rugikan Negara Rp16 Triliun

"Baru perkiraan, BPK sedang mengumpulkan data dan informasi di perkirakan potensi kerugian Rp10-16 triliun," kata Harry saat dikonfirmasi, Rabu (15/1/2020).

Baca: Massa Pro Anies: Aksi Demo Massa Kontra Pengalihan Isu Kasus Jiwasraya hingga Asabri

Harry mengatakan, setelah selesai mengumpulkan data secara keseluruhan, BPK berencana menyerahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini untuk ditindaklanjuti oleh KPK.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved