Breaking News:

Respons Komut Taspen Soal Rencana Peleburan dengan Asabri ke BPJamsostek

hal itu menjadi kewenangan penuh pemerintah, perusahaan akan mengikuti apapun keputusan yang diamanatkan.

Tribunnews/JEPRIMA
Direktur SDM Teknologi Informasi dan Kepatuhan Feb Sumandar,Direktur Keuangan Patar Sitanggang, Direktur Utama Antonius N.S Kosasih, Komisaris Utama Franky Sibarani dan Direktur Operasional Mohamad Jufri saat berbincang disela-sela konferensi pers Paparan Kinerja 2019 PT Taspen (Persero) di Menara Taspen, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020). Sepanjang 2019 Taspen mencatat laba bersih sebesar Rp388,24 miliar melonjak Rp116,69 persen atau naik sebesar 42,97 persen secara year on year Lonjakan laba dikontribusikan kenaikan premi Rp977 miliar serta kenaikan pendapatan investasi Rp1,46 triliun masing-masing naik 12,08 persen dan 19,08 persen dibanding 2018. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisaris Utama PT Taspen (Persero) Franky Sibarani angkat bicara terkait rencana penggabungan atau peleburan dengan PT Asabri (Persero) ke BPJamsostek (BPJS Ketenagakerjaan).

Menurutnya, hal itu menjadi kewenangan penuh pemerintah, perusahaan akan mengikuti apapun keputusan yang diamanatkan.

“Tentu ini masih proses cukup dinamis sehingga kami tetap pada pegangan undang-undang tertinggi dan ada peraturan perundang-undangan di bawahnya,” ucap Franky saat perkenalan direksi baru Taspen di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Baca: Taspen Pastikan Dana Pensiun Aman

Baca: Punya Susunan Direksi Baru, Taspen Percaya Diri Kejar Pertumbuhan di Atas Rata-rata

Meski kabar peleburan itu makin kencang, Franky menyebut Taspen tetap akan menjalankan beberapa program yang ada seperti Tabungan Hari Tua (THT), Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM).

Sementara Direktur Utama Taspen Antonius Kosasih menyatakan manajemen perusahaan hanya memiliki kapabilitas untuk mengelola perusahaan dan investasi yang baik sesuai mandat.

Baginya, penggabungan perusahaan menjadi kewenangan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemegang saham.

"Masih dibicarakan di tingkat atas pemerintah, kami mengiikuti pemegang saham. Memang ini lebih tepat ditanyakan ke Kementerian BUMN," ucap Kosasih.

Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran DPR MH Said Abdullah mendorong percepatan pengalihan Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) dan Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) ke BPJamsostek.

Selain menyelamatkan kedua lembaga tersebut, percepatan pengalihan akan memperkuat keberadaan BP Jamsostek, baik dari sisi aset maupun resources lainnya.

“Yang paling penting saya kira, perlu ada audit terhadap kondisi BP Jamsostek terlebih dahulu, apakah dalam kondisi sehat atau tidak. Audit ini juga sebagai trigger apakah percepatan pengalihan ini dilakukan sebelum tahun 2019 atau melihat kondisi masing-masing lembaga,” tutur Said Abdullah, Jumat (24/1/2020).

(kiri-kanan) Direktur SDM Teknologi Informasi dan Kepatuhan Feb Sumandar,Direktur Keuangan Patar Sitanggang, Direktur Utama Antonius N.S Kosasih, Komisaris Utama Franky Sibarani dan Direktur Operasional Mohamad Jufri saat menjadi pembicara pada konferensi pers Paparan Kinerja 2019 PT Taspen (Persero) di Menara Taspen, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020). Sepanjang 2019 Taspen mencatat laba bersih sebesar Rp388,24 miliar melonjak Rp116,69 persen atau naik sebesar 42,97 persen secara year on year Lonjakan laba dikontribusikan kenaikan premi Rp977 miliar serta kenaikan pendapatan investasi Rp1,46 triliun masing-masing naik 12,08 persen dan 19,08 persen dibanding 2018. Tribunnews/Jeprima
(kiri-kanan) Direktur SDM Teknologi Informasi dan Kepatuhan Feb Sumandar,Direktur Keuangan Patar Sitanggang, Direktur Utama Antonius N.S Kosasih, Komisaris Utama Franky Sibarani dan Direktur Operasional Mohamad Jufri saat menjadi pembicara pada konferensi pers Paparan Kinerja 2019 PT Taspen (Persero) di Menara Taspen, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020). Sepanjang 2019 Taspen mencatat laba bersih sebesar Rp388,24 miliar melonjak Rp116,69 persen atau naik sebesar 42,97 persen secara year on year Lonjakan laba dikontribusikan kenaikan premi Rp977 miliar serta kenaikan pendapatan investasi Rp1,46 triliun masing-masing naik 12,08 persen dan 19,08 persen dibanding 2018. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Menurut Said, proses peleburan ini harus dilakukan secara hati-hati dan trasnparan. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan ketika kebijakan ini diimplementasikan.

"Tentu, kita tidak ingin kasus Jiwasraya ini merembet ke Taspen dan Asabri yang juga mengelola dana nasabah khususnya pensiunan yang jumlahnya triliunan rupiah,” tegasnya.

Said menjelaskan, proses peleburan Asabri dan Taspen ke BPJamsostek sudah masuk dalam program peta jalan (roadmap) pemerintah.

Rencananya, pengalihan ini tuntas pada 2029.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved