Virus Corona
Corona Bikin Hampir Semua Indikator Perdagangan di BEI Memerah, Kecuali Frekuensi Transaksi
Rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 20,91 persen menjadi 6,457 miliar unit saham
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hampir semua data pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk, di antaranyaIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan sebesar 4,87 persen menjadi 5.940,04 dari 6.244,10 pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya.
Kemudian, nilai kapitalisasi pasar selama sepekan juga mengalami perubahan sebesar 4,86 persen menjadi Rp 6.864,26 triliun dari Rp 7.214,77triliun pada penutupan perdagangan minggu lalu.
Sekretaris Perusahaan BEI Albertus Fajar Subagyo mengatakan, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 20,91 persen menjadi 6,457 miliar unit saham dari 8,164 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.
Baca: Menkes: Pemerintah Masih Ngecek Angka Pasti WNI yang Dievakuasi dari Wuhan
"Kemudian, untuk rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan sebesar 1,88 persen menjadi Rp 6,325 triliun dari Rp 6,446 triliun pada pekan sebelumnya," ujarnya melalui keterangan resmi di Jakarta, Minggu (2/2/2020).
Baca: Analis: Dampak Virus Corona Terhadap Pasar Keuangan Lebih Besar Ketimbang SARS
Sementara, hanya rata-rata frekuensi transaksi harian yang mengalami peningkatan sebesar 2,04 persen menjadi 418,443 ribu kali transaksi dari 410,077 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya.
"Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 1,85 triliun, sedangkan sepanjang tahun 2020, beli bersih asing tercatat sebesar Rp 33,58 miliar," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/analisa-pergerakan-harga-saham-di-bei-riau_20180905_181506.jpg)