Jumat, 5 Juni 2026

Virus Corona

Corona Bikin Hampir Semua Indikator Perdagangan di BEI Memerah, Kecuali Frekuensi Transaksi

Rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 20,91 persen menjadi 6,457 miliar unit saham

Tayang:
Editor: Choirul Arifin
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
ILUSTRASI - Papan informasi pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kantor perwakilan Riau di Kota Pekanbaru, Rabu (5/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hampir semua data pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk, di antaranyaIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan sebesar 4,87 persen menjadi 5.940,04 dari 6.244,10 pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya.

Kemudian, nilai kapitalisasi pasar selama sepekan juga mengalami perubahan sebesar 4,86 persen menjadi Rp 6.864,26 triliun dari Rp 7.214,77triliun pada penutupan perdagangan minggu lalu.

Sekretaris Perusahaan BEI Albertus Fajar Subagyo mengatakan, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 20,91 persen menjadi 6,457 miliar unit saham dari 8,164 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.

Baca: Menkes: Pemerintah Masih Ngecek Angka Pasti WNI yang Dievakuasi dari Wuhan

"Kemudian, untuk rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan sebesar 1,88 persen menjadi Rp 6,325 triliun dari Rp 6,446 triliun pada pekan sebelumnya," ujarnya melalui keterangan resmi di Jakarta, Minggu (2/2/2020).

Baca: Analis: Dampak Virus Corona Terhadap Pasar Keuangan Lebih Besar Ketimbang SARS

Sementara, hanya rata-rata frekuensi transaksi harian yang mengalami peningkatan sebesar 2,04 persen menjadi 418,443 ribu kali transaksi dari 410,077 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya.

"Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 1,85 triliun, sedangkan sepanjang tahun 2020, beli bersih asing tercatat sebesar Rp 33,58 miliar," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved