Virus Corona
Indeks Manufaktur dan Sektor Tambang China Diramal Turun Tajam Akibat Corona
Ekonom dan pelaku pasar memperkirakan Indeks Manufaktur China periode Februari 2020 akan turun tajam
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Data Indeks Manufaktur China bergerak stagnan di periode Januari di level 50, data ini sesuai perkiraan para analis berdasarkan polling Reuters.
Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, kalangan ekonom dan pelaku pasar memperkirakan Indeks Manufaktur China periode Februari 2020 akan berada di 40 hingga 45 poin atau turun tajam akibat merebaknya wabah virus corona.
"Selain itu, sektor tambang juga mengalami terkoreksi di tengah kekhawatiran bahwa China dan pasar raksasa bahan baku akan terhenti jika epidemi memburuk," ujarnya di Jakarta, Minggu (2/2/2020).
Sementara itu, saham-saham maskapai penerbangan juga memperpanjang koreksi karena lebih banyak akibat banyak maskapai melakukan penundaan penerbangan ke China.
Baca: Menkes: Pemerintah Masih Ngecek Angka Pasti WNI yang Dievakuasi dari Wuhan
Disisi lain, ia menambahkan, wabah virus corona juga mempengaruhi pasar Eropa setelah Inggris dan Italia mengkonfirmasi kasus virus corona yang pertama.
Baca: Mahasiswi Diduga Terinfeksi Virus Corona Sudah Diobservasi, Tinggal Tunggu Hasil Sore Ini
"Pertumbuhan ekonomi Uni Eropa dibawah harapan pasar pada periode kuartal IV 2019 terutama karena kontraksi pertumbuhan PDB di Perancis dan Italia. Inflasi inti pada periode Januari juga melambat hal ini menjadi kekawatiran Bank Sentral Eropa," pungkas Hans.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pembukaan-ihsg-usai-libur-lebaran_20170703_160348.jpg)