Virus Corona

Imbas Virus Corona, Kunjungan Wisman Asal China ke RI Diprediksi Turun

BPS menyampaikan persentase kedatangan wisatawan mancanegara asal Tiongkok berpotensi turun menyusul adanya wabah corona

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah WNI yang berasal dari Wuhan, China turun dari pesawat Batik Air di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). Sebanyak 238 WNI dipulangkan dari Wuhan, China dikarenakan munculnya virus Corona di Provinsi Hubei tepatnya di Kota Wuhan, China. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan persentase kedatangan wisatawan mancanegara asal China berpotensi turun menyusul adanya wabah virus corona.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, sepanjang 2019 kontribusi wisatawan mancanegara atau wisman asal China ke Indonesia itu bisa mencapai sekitar 12 persen.

“Virus Corona akan berpengaruh terhadap kunjungan dari Tiongkok. Sekarang 12 persen, pasti nanti ada dampaknya setelah pelarangan (kunjungan wisman China, red) dari pemerintah,” ucap Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS Pusat, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Sementara itu, berdasarkan catatan BPS, sepanjang 2019 jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 16,11 juta kunjungan atau naik 1,88 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 15,81 juta kunjungan.

Larangan Terbang

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunda sementara penerbangan langsung dari dan menuju China.

Hal itu menyusul peningkatan skala epidemik virus Korona dan status darurat global yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dengan begitu, penerbangan dari dan menuju seluruh destinasi di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atai Mainland China, tidak termasuk Hongkong dan Macau, hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Penundaan berlaku mulai Rabu, 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB.

“Penundaan sementara ini ditujukan untuk melindungi masyarakat dari risiko tertular mengingat salah satu yang menjadi potensi masuknya penyebaran virus adalah akses transportasi udara yang erat kaitannya dengan keluar masuknya penumpang internasional," tegas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Minggu (2/2/2020).

Dengan keputusan ini, seluruh maskapai Indonesia diminta untuk menunda seluruh rencana penerbangan dari/ke seluruh destinasi di RRT sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Demikian pula maskapai asing yang melakukan penerbangan dari RRT menuju Indonesia, termasuk penerbangan transit dari RRT, diminta untuk menunda sementara penerbangan menuju Indonesia.

Baca: Antisipasi Virus Corona, RI Tangguhkan Fasilitas Bebas Visa dan Visa On Arrival bagi WN China

Baca: WNI yang Dievakuasi dari Wuhan Berkurang 7 Orang, Berikut Penjelasan Menkes

Baca: Video Pembangunan Rumah Sakit di Wuhan untuk Pasien Virus Corona, akan Selesai Hanya dalam 2 Minggu

"Pemerintah meminta maskapai nasional maupun asing untuk mempersiapkan diri dengan tetap mengutamakan kepentingan konsumen dan menyampaikan rencana penundaan sedini mungkin sesuai prosedur yang berlaku agar kerugian penumpang dapat diminimalisir," ujarnya.

Saat ini tercatat lima maskapai nasional yang mengoperasikan penerbangan ke RRT yaitu: Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Lion Air dan Sriwijaya Air.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved