Zees Meski Nilai Eksportnya Tidak Besar Namun Bisa Bersaing dengan Merk Internasional

Di antara sejumlah merek matras yang sudah mapan, terselip merek matras buatan dalam Negeri, Zees. Merek ini sudah mendapat tempat di jaringan hotel

Zees Meski Nilai Eksportnya Tidak Besar Namun Bisa Bersaing dengan Merk Internasional
dok pribadi
Sutarjo Osman, Managing Director PT Zeesindo International (dua dari kanan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nikmatnya tidur di sejumlah hotel bintang lima kadang bisa dikatakan sebagai kenikmatan tidur yang paripurna.

Namun tak banyak yang tahu bahwa dibalik kenikmatan tidur itu, merek-merek matras bersaing agar dipilih oleh jaringan hotel nasional dan internasional.

Di antara sejumlah merek matras yang sudah mapan, terselip merek matras buatan dalam Negeri, Zees. Merek ini sudah mendapat tempat di jaringan hotel nasional dan international.

Tahun lalu saja, ekspor matrasnya untuk memenuhi kenikmatan tidur tamu hotel mancanegera, bisa menembus  USD 1 juta.

Managing Director PT Zeesindo International, Sutarjo Osman mengatakan, pada 2019, Zees telah mengeksport matras dan produk-produk lain yang berkaitan dengan tempat tidur, seperti bantal, seprai, duvet, cover, dan mattres protector ke Malaysia, Uni Emirat Arab, Singapura, Maladewa, dan Sri Lanka.

"Nilai ekspor ini belum besar tapi kami bangga bisa bersaing dengan merek-merek international yang sudah mapan. Dalam lima tahun ini kami sudah memasok matras dan pernak-perniknya ke 350 hotel di Indonesia dan luar Negeri. Kami juga kerja sama pengan Accor, jadi seperti Accor memberi persetujuan untuk kami suplai ke Hotel mana saja, seperti Mercure, Pullman, Ibis atau Marriot," kata Sutarjo Osman, Jumat (14/2/2020).

Produk Zees bisa dinikmati di hotel-hotel mentereng seperti J.W. Marriott Jakarta, Sheraton Kuala Lumpur, Sofitel Nusa Dua Bali, dan Priva Living Dubai. PT Zeesindo International didirikan oleh tim yang sudah bergelut didunia bedding selama 15-20 tahun.

Zees yang pabriknya ada di kawasan Tangerang ini juga bisa dinikmati dengan lebih mudah lantaran harganya yang sangat terjangkau dibandingkan merek-merek lain yang harganya melambung.

"Sebenarnya banyak sekali merek di pasaran ini yang sebenarnya sangat tinggi mematok harga. Tapi kami dengan bahan baku yang sama sebenarnya tak perlu terlalu mahal. Kami bikin penghematan biaya untuk konsumen sehingga harga kami yang termurah pun ada yang Rp. 5,9 jutaan sudah termasuk kasur, difan dan sandaran. Itu kalau mereka lain sudah diatas 10 jutaan. Teknologi kasur itu juga kan tak terlalu rumit, jadi tak perlu lah kita patok harga terlalu tinggi," jelas Sutarjo Osman.

Perusahan ini memfokuskan diri pada matras dan kebutuhan tempat tidurnya untuk hotel. Meski begitu, konsumen dapat membeli produk-produk Zees secara online, dan di beberá-a outlet seperti Lotte Shopping Avenue Kuningan, Artia Furniture, dan Star Department Store.

"Memang selama ini fokus kami masih pada B-2-B. Pasar utama kami adalah hotel atau furnished apartment. Namun, produk kami bisa juga dibeli oleh konsumen individual secara online melalui website kami atau official store kami di marketplace Tokopedia, Bibli com, Lazada, Shopee dan lainnya. Di Bali kami juga punya satu toko sehingga para developer atau owner hotel bisa melihat langsung produk kami. Ke depan kami merencanakan memperkuat penjualan retail kami," jelas Sutarjo.

Produk Zees, dijelaskan Sutarjo, dinikmati pasar internasional dan kini ingin dipersembahkan ke konsumen lokal, karena sukses memadukan kualitas dan harga yang bersaing.

Kualitas itu didapat dari produsen bahan baku internasional yang telah membuka pabrik di Indonesia, seperti kain rajut dan lateks dari Belgia, lem dari Jerman, dan benang dari Inggris.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved