Sabtu, 30 Mei 2026

Bursa Saham Anjlok, Dirut BEI: Investor Harus Rasional, Jangan Panik

BEI menyatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak jatuh sendirian, hampir semua bursa saham di negara tetangga juga demikian.

Tayang:
Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Sanusi
Yanuar Riezqi Yovanda
Dirut BEI Inarno Djajadi saat konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak jatuh sendirian, hampir semua bursa saham di negara tetangga juga demikian.

Bursa Thailand (Stock Exchange of Thailand/SET) contohnya, mengalami penurunan dalam yakni 30,12 persen hingga perdagangan siang ini.

"Jadi, kita lihat juga di negara tetangga Thailand. Memang situasinya cukup menyeluruh di negara tetangga juga," ujar Direktur Utama BEI Inarno Djajadi di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Baca: Pekan Depan, Dapen dan Asuransi Akan Masuk Pasar Saham

Baca: IHSG Terjun Bebas, Bursa Saham Ditutup Setengah Jam Lebih Cepat

Inarno menjelaskan, BEI sebagai regulator pasar modal terus melakukan beberapa kebijakan menghalau pelemahan IHSG, di antaranya pelarangan shortselling dan mengubah kebijakan auto rejection.

“Ini agar investor itu tak ikut menjual karena kalau kita lihat secara mendalam sayang kalau dijual pada harga ini. Investor harus rasional, jangan ikutan panik, kita bukan ngomong protokol krisis, tapi kita ada hitung-hitungannya secara global,” katanya.

Menurutnya, investor harus bijak dalam melakukan investasi dengan berpikir realistis karena pada saat ini sebagian besar harga saham sudah turun dalam.

“Kita ingin investor untuk melihat situasi dengan realistis. Ini saatnya belanja, dari return on equity (ROE) kita tinggi sekali,” pungkas Inarno.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved