Virus Corona

Jangan Lelet, Komisi XI: Penanganan Corona yang Cepat Bisa Selamatkan Pelemahan Rupiah

Pelemahan nilai tukar mata uang terhadap dolar AS pada saat ini, bukan hanya dialami Indonesia tetapi negara lainnya juga mengalami tekanan.

Jangan Lelet, Komisi XI: Penanganan Corona yang Cepat Bisa Selamatkan Pelemahan Rupiah
KONTAn/Muradi
Aktivitas penukaran mata uang dolar terhadap rupiah di money changer Sari valas, Jakarta (11/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi XI DPR menyebut penanganan virus corona atau covid-19 yang dilakukan secara cepat, akan menyelamatkan nilai tukar rupiah semakin terpuruk.

Anggota Komisi XI DPR Andreas Eddy Susetyo mengatakan, pelemahan nilai tukar mata uang terhadap dolar AS pada saat ini, bukan hanya dialami Indonesia tetapi negara lainnya juga mengalami tekanan.

"Jadi sekarang yang utama ini, bagaimana menangani virus corona secara cepat, yang akhirnya mengembalikan kepercayaan investor terhadap Indonesia," ujar Andreas saat dihubungi, Jakarta, Senin (23/3/2020).

Mengutip Bloomberg pada penutupan Senin (23/3/2020), rupiah di level Rp 16.575 atau melemah dari posisi penutupan kemarin di posisi Rp 15.960 per dolar AS.

Eddy menjelaskan, setelah pemerintah sudah bisa menggendalikan virus tersebut, maka diperlukan kebijakan fiskal dan moneter dalam menggerakan perekonomian lebih cepat lagi.

Baca: Fraksi Demokrat Juga Tolak Rapid Test untuk Anggota DPR: Dahulukan Rakyat!

"Jangan sampai penanganan corona ini lama, karena kepercayaan investor tergantung dari penyelesaian covid-19 ini," ujarnya.

Baca: Fraksi PPP Minta Gaji Anggota DPR Dipotong untuk Anggaran Penanganan Corona

Ia menyebut langkah yang dapat dilakukan pemerintah dalam menjaga perekonomian nasional tetap berjalan, bisa memberikan bantuan tunai atau insentif kepada masyarakat.

Baca: Bill Gates: Virus Corona Patogen yang Muncul Sekali dalam Satu Abad

"Ini perlu dilakukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Bisa semacam BLT (bantuan lansung tunai), atau insentif lainnya," ujar Eddy.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved