Virus Corona

Indonesia Harus Siap Resesi Jika Ada Lockdown, Ekonomi Bisa Minus 2 Persen

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Sejumlah kendaraan besar membawa peti kemas terlihat melakukan aktivitas bongkar muat di pintu exit terminal barang Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/2/2020). Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 ini diperkirakan akan jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Center of Reform on Economics (CORE) memastikan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

Apalagi jika pemerintah melakukan langkah-langkah yang lebih ketat yakni lockdown untuk menekan penularan wabah virus corona atau Covid-19 ini.

"Sebagaimana yang dilakukan oleh pemerintah China maka puncak tekanan ekonomi diperkirakan akan terjadi pada kuartal kedua. Setelahnya (kuartal ketiga dan keempat) akan masuk masa pemulihan," ujar keterangan resmi CORE di Jakarta, Minggu (29/3/2020).

Dengan skenario tersebut, CORE Indonesia memprediksikan ekonomi Indonesia
secara kumulatif tumbuh di kisaran -2 persen hingga 2 persen.

Namun kondisi yang lebih buruk dapat terjadi jika penyebaran Covid-19 di Indonesia berlangsung lebih dari dua kuartal dan negara-negara yang menjadi mitra utama ekspor Indonesia juga mengalami hal serupa.

Baca: Bocoran Percakapan Menhan Prabowo dengan Ajudannya, Lockdown Opsi Terbaik!

Dalam kondisi tersebut, tekanan permintaan domestik dan global akan lebih lama, sehingga sangat kecil peluang ekonomi akan tumbuh positif.

Baca: Rincian 28 Kereta Jarak Jauh yang Dibatalkan Perjalanannya Mulai 1 April

Adapun selain melemahkan pertumbuhan ekonomi, pandemi ini juga berpotensi mendorong peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan.

"Hal ini sangat dimungkinkan mengingat jumlah penduduk di sekitar garis kemiskinan yang masih sangat tinggi, meskipun persentase penduduk di bawah garis kemiskinan mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir," kata pernyataan tersebut.

Baca: Cegah Corona Masuk Sumbar, Bus PO MPM Berhenti Beroperasi, Uang Tiket Dikembalikan

Sekadar informasi, penduduk golongan rentan miskin dan hampir miskin di Indonesia mencapai 66,7 juta orang per Maret 2019.

Angka itu hampir tiga kali lipat jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan atau golongan miskin dan sangat miskin.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved