Virus Corona

Bisnis Wedding Organizer Kini Ambruk Terpapar Virus Corona, 2 Pekan Tanpa Pemasukan

Ada 30 calon pengantin mengubah jadwal pernikahannya, dan dua di anteranya juga memilih batal.

TRIBUNNEWS.COM/IST
Vendor wedding melayani pengunjung di event pameran Gebyar Pernikahan Indonesia di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bisnis penyelenggaraan pesta pernikahan atau wedding organizer (WO) sudah sejak dua pekan mandek tidak menggelar pesta akibat pademi virus corona atau covid-19.

Salma Mandiri Catering Service misalnya, harus meratapi keadaan buruk ini sejak 25 Maret 2020 lantaran tidak ada lagi orderan masuk untuk kegiatan pernikahan.

Kondisi masih terus berlangsung hingga sekarang.

“Ada 30 calon pengantin mengubah jadwal pernikahannya, dan dua di anteranya juga memilih batal. Yang batal ini masih jauh tanggal pernikahannya,” kata Gofur bagian pemasaran Salma Mandiri Catering Service saat dihubungi Tribunnews, Jumat (3/4/2020).

Baca: Masih Ada Pandemi Corona, Kemenag: Tunda Dulu Akad Nikahmu!

Gofur enggan menjelaskan detil kerugian akibat sejumlah jadwal pernikahan yang harus diundur.

Menurutnya, yang terberat adalah sewa gedung karena biasanya pihak WO memberikan paket. Sementara, untuk mencari tanggal lain bukan hal mudah.

Baca: Kabar Baik! PUFF, Nucleus Farma dan Prof Nidom Foundation Kembangkan Obat Covid-19

“Kerugiannya buat kami cukup besar. Jadi yang ada kami keluar biaya tambahan lagi mengatur tanggal baru,” papar Gofur.

Baca: Crossover SUV Mazda CX-3 Facelift Kini Dapat Tambahan Dua Trim Baru

Kondisi ini juga membuat sejumlah karyawan yang biasanya padat dengan agenda akhir pekan mulai dari memasak, mendekorasi, hingga bagian dokumentasi terpaksa dirumahkan.

Baca: Bahan Alami Curcumin Berkhasiat Tingkatkan Imunitas Tubuh, Tapi Bukan Obat untuk Covid-19

Prediksinya, Juni 2020 aktivitas pernikahan baru bisa terlaksana kembali karena sebentar lagi akan masuk bulan puasa.

Gofur berharap agar pemerintah juga bisa memberikan insentif bagi pelaku industri pernikahan sebab tidak sedikit pengantin yang batal/mengganti jadwal resepsinya.

“Yang bisa kami lakukan sekarang menunggu arahan dari pemerintah. Akan lebih baik ada bantuan karena kami juga mengalami kerugian,” ujarnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved