Breaking News:

Awal Pekan IHSG Diprediksi akan Melemah, Kemudian Menguat ke 5.100 

Pergerakan IHSG akan sangat di pengaruhi pasar global dan regional dengan support di level 3.918 hingga 4.393

TRIBUNNEWS.COM/SYAHRIZAL SIDIK
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 
 
 
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang konsolidasi melemah terkoreksi di awal pekan dan akan kembali menguat di akhir pekan. 
Hans menjelaskan, pergerakan IHSG akan sangat di pengaruhi pasar global dan regional dengan support di level 3.918 hingga 4.393.
"Sementara resistance di level 4.848 sampai 5.112. Cenderung BOW (buy on weakness) atau beli ketika terjadi pelemahan di pasar," ujarnya di Jakarta, Sabtu (4/4/2020).
Menurutnya, pasar saham Indonesia sempat menguat, merespon paket stimulus fiskal senilai Rp 405,1 triliun yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melawan dampak negatif penyebaran pandemi corona atau Covid-19 terhadap perekonomian. 
Tetapi, perkiraan terburuk dampak Covid-19 terhadap perekonomian juga menekan pergerakan pasar, yakni nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat dari Rp 17.500 sampai Rp 20.000.
Kemudian, inflasi 3,9 persen sampai 5,1 persen, harga minyak 38 sampai 31 dolar AS per barel dan perumbuhan ekonomi 2,3 persen sampai minus 0,4 persen. 
Namun, Hans menambahkan, angka prediksi yang jelek akan menjadi kekuatan dan sentimen positif ketika data realisasi lebih baik dari perkiraan. 
Di sisi lain, kenaikan jumlah kasus Covid-19 yang cenderung lebih lambat di bandingkan negara lain dikhawatirkan akibat masih rendahnya jumlah test yang dilakukan. 
"Kenaikan jumlah kasus ketika test di perbanyak menjadi indikasi bagus penangan kasus Covid 19," pungkasnya.
Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved