Breaking News:

Analisis Mengapa Harga Emas Terus Naik di Tengah Pandemi Covid-19

Kenaikan harga emas pun mengukuhkan posisi komoditas itu sebagai safe haven alias instrumen yang dianggap aman ketika ada risiko.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Seorang pelayan memperlihatkan emas batangan atau logam mulia di Toko Emas Buana, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bandung, Jumat (20/3/2020). Harga logam mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) di toko emas ini pada Jumat, 20 Maret 2020 turun Rp 20.000 menjadi Rp 780.000 per gram. Dampak virus corona (Covid-19) tidak berpengaruh besar terhadap harga emas batangan karena harganya setiap hari naik turun, namun di toko emas ini justru berdampak pada omset penjualan yang melorot hingga 50 persen. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Harga komoditas emas terus menanjak di tengah pandemi virus corona.

Kenaikan harga emas pun mengukuhkan posisi komoditas itu sebagai safe haven alias instrumen yang dianggap aman ketika ada risiko.

Pun saat ini banyak masyarakat melakukan transaksi emas, baik yang menjual maupun yang membeli dengan harapan kenaikan harga emas di tengah pergerakan kurs rupiah terhadap dollar AS.

“Ini bukanlah hal yang baru (kenaikan harga emas). Dari masa ke masa, emas selalu dipercaya masyarakat dunia sebagai investasi yang secara konsisten memberikan keuntungan yang luar biasa di saat terjadi gejolak ekonomi,“ kata Denny Ardhiyanto, CEO platform marketplace jual beli emas SehatiGold dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2020).

Menurut Denny, setiap kejadian yang menakutkan pasar dunia semakin mendorong pelaku pasar untuk meninggalkan aset lainnya seperti pasar modal dan pasar uang dan masuk ke dalam pasar emas.

Hal inilah yang telah mendorong harga emas secara signifikan.

Harga emas telah naik 20 persen sepanjang kuartal I 2020.

Adapun semenjak pertengahan tahun 2019, kenaikan harga emas telah mencapai 50 persen.

Denny menuturkan, harga emas akan masih berpotensi naik dalam jangka waktu dekat.

Sebab, penyebaran virus corona adalah krisis kesehatan dengan skala yang amat besar.

“Karena skalanya yang luar biasa ini, ahli ekonomi dari seluruh dunia masih belum dapat memperkirakan secara pasti bagaimana dan kapan pandemik ini akan selesai. Ketidakpastian ini yang masih akan mendorong pelaku pasar untuk bertahan di komoditas emas," terang Denny.

Adapun dalam konteks Indonesia, harga emas akan sangat dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Denny pun menuturkan, euforia masyarakat tehadap emas terlihat dari melonjaknya jumlah transaksi di dalam platform yang dirintisnya.

“Semenjak awal 2020, kami memang melihat lonjakan permintaan masyarakat untuk membeli emas dan dalam sebulan terakhir ini, sudah ribuan gram Logam Mulia yang ditarik oleh member SehatiGold,” jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Harga Emas Masih Bakal Naik?"

Editor: Tiara Shelavie
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved