Breaking News:

Virus Corona

Memasuki April, Bisnis Bank-bank BUMN Mulai Terimbas Corona

"Kami mulai terkena dampak mungkin setelah Maret, namun sekarang sudah terasa," kata Sunarso, Ketua Himbara.

Tribunnews/Dea Duta Aulia
Direktur Utama Bank BRI Sunarso di Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun di 2020 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Selasa (18/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kondisi keuangan Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) dilaporkan masih positif per Maret 2020.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang juga Ketua Himbara Sunarso menyatakan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, melalui video conference, Kamis (30/4/2020).

"Kondisi keuangan Himbara sampai Maret masih positif," ujar Sunarso.

Namun memasuki awal April hingga saat ini, ia mengakui kondisi bank-bank BUMN yang meliputi Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN mulai terdampak virus corona (Covid-19).

"Kami mulai terkena dampak mungkin setelah Maret, namun sekarang sudah terasa," kata Sunarso.

Terkait ini, Bank BNI telah merestrukturisasi kredit terhadap lebih dari 50.000 nasabah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan non UMKM hingga 24 April 2020.

Baca: Rebusan Daun Sirih Bisa Sembuhkan Sakit Mata Cuma Mitos, Dokter Bilang Itu Berbahaya

Untuk mempercepat proses pemberian keringanan kredit bagi para nasabahnya yang terdampak corona, BNI menggunakan layanan aplikasi digital karena aturan pembatasan interaksi fisik maupun sosial (physical dan social distancing).

Baca: Sahur Berlebihan Malah Bikin Cepat Lapar Saat Berpuasa

"Karena restrukturisasi sebanyak 50.000 nasabah dalam 18 hari dan harus social distancing serta karyawan di kantor 60 persen, maka harus dibantu digital," kata Wakil Direktur Utama BNI Anggoro Eko Cahyo.

Restrukturisasi kredit senilai Rp 39,44 triliun telah diberikan perseroan kepada 50.505 nasabah, baik nasabah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) maupun non UMKM.

Untuk nasabah UMKM, terdapat 42.499 nasabah yang telah diberikan keringanan cicilan senilai Rp 19,92 triliun.

Sedangkan untuk nasabah non UMKM, ada 8.006 nasabah yang diberikan keringanan cicilan senilai Rp 19,52 triliun.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved