Virus Corona

BTN: Ada 5.000 Nasabah Ajukan Restrukturisasi KPR

pengajuan restrukturisasi didominasi oleh Kredit Pemilik Rumah (KPR) subsidi yang nilainya di bawah Rp 50 juta.

Editor: Sanusi
dok BTN
Direktur Utama BTN Pahala N Mansury 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) Tbk menilai sejak adanya himbauan pemerintah terkait restrukturisasi, pihaknya mencatat sebanyak 50.000 debitur telah mengajukan restrukturisasi kredit.

Direktur Utama Bank BTN Pahala Mansury mengatakan, pengajuan restrukturisasi didominasi oleh Kredit Pemilik Rumah (KPR) subsidi yang nilainya di bawah Rp 50 juta.

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi peningkatan restrukturisasi, pihaknya telah mengimplementasikan persyaratan restrukturisasi yang sesuai dengan kriteria Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca: Modus Angkutan Mudik Via Facebook, Bayar Rp 500 Ribu Dijanjikan Sampai di Daerah Jawa Tengah

Baca: 12.822 Calon Jemaah Haji Khusus Lunasi Bipih Tahap I, Pelunasan Tahap II Mulai 12 Hingga 20 Mei 2020

Oleh karenanya, untuk mempermudah nasabah dalam mengajukan restrukturisasi, pihaknya telah menggunakan portal online. Melalui portal tersebut, nantinya Bank BTN akan menghubungi nasabah. Perlu diketahui, tercatat nasabah yang telah mengajukan restrukturisasi melalui portal tersebut sebanyak 5.000 nasabah.

“Pada saat portal diluncurkan, tercatat dalam waktu 2 minggu sebanyak 5.000 nasabah telah mengajukan restrukturisasi. Namun, adapun nasabah yang memiliki KPR di bawah Rp 50 juta akan di restrukturisasi berupa penundaan pokok dan bunga,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR Kamis, (30/4).

Pahala bilang, format yang paling banyak diajukan ialah terkait penundaan pokok maupun penundaan bunga. Meski begitu, ia menegaskan hingga saat ini pihaknya tengah berupaya untuk meningkatkan cadangan likuiditas.

“Format yang paling banyak diajukan nasabah terkait penundaan pokok maupun penundaan bunga. Sehingga, Bank BTN tengah berupaya untuk meningkatkan cadangan likuiditas, sebab yang menjadi catatan dengan adanya penundaan tersebut menyebabkan cash inflow tidak masuk. Oleh karenanya, Bank BTN turut meminta dukungan politik untuk subsidi KPR maupun MBR,” pungkasnya.

Pahala menegaskan penurunan KPR bersubsidi terjadi di wilayah Jabodetabek, namun hal itu tidak berdampak pada wilayah lain.

Berita Ini Sudah Tayang di KONTAN, dengan judul: Bank Tabungan Negara (BBTN) catat ada 5.000 nasabah ajukan restrukturisasi KPR

Sumber: Kontan
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved