Senin, 8 Juni 2026

Virus Corona

Pasien Sundul 2.000 Lebih, BUMN Tambah Rumah Sakit Khusus Covid-19

Budi manjelaskan saat ini BUMN memiliki 70 rumah sakit, 35 di antaranya khusus penanganan pasien Covid-19.

Tayang:
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM/Bian Harnansa
Sejumlah paramedis berjalan melintasi sebuah Ambulan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta. Senin (20/4/2020) Pemerintah Indonesia mengumumkan total kasus Covid-19 yang telah dikonfirmasi sebanyak 6.575 kasus, dengan angka kematian sebanyak 582 kasus serta pasien sembuh menjadi 686 orang. (TRIBUNNEWS.COM/Bian Harnansa) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik negara (BUMN) menambah rumah sakit khusus Covid-19 setelah merawat 2.083 pasien positif.

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan rumah sakit khusus yang dimaksud yakni Rumah Sakit Darurat Pertamina Simprug yang berkapasitas 300 kamar.

"Kami sedang bangun rumah sakit khusus Covid-19 di Pertamina Simprug, setelah Rumah Sakit Pertamina Jaya dengan total 165 kamar yang selesai dalam dua minggu," dalam dalam rapat gabungan DPR dengan sejumlah kementerian dan lembaga membahas penanganan virus Corona (Covid-19) secara virtual, Selasa (5/5/2020).

"RS Darurat Pertamina Simprug insya Allah selesai minggu depan dengan kapasitas 300 kamar, 240 kasur non-ICU, 31 kasur ICU, 19 kasur HCU, dan 10 kasur IGD," tambahnya.

Baca: Mengenang Awal Perjalanan Karier Didi Kempot, dari Ngamen Sampai Bisa Keliling Eropa

Budi manjelaskan saat ini BUMN memiliki 70 rumah sakit, 35 di antaranya khusus penanganan pasien Covid-19.

"Rata-rata pasien rawat inap di RS BUMN mencapai 400-500 pasien dengan jumlah penambahan 50-60 pasien per harinya," tuturnya.

Baca: Politisi PDIP: Jangan Buru-buru Longgarkan PSBB

Seperti diketahui, Pertamina menyiapkan lapangan bola Simprug yang disulap menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 di atas lapangan sepak bola seluas 22.700 meter persegi.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyatakan, rumah sakit darurat Covid-19 di lapangan bola Simprug merupakan extension dari Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP). 

Seluruh pembangunan dan penyediaan alat kesehatan serta tenaga medis berada dalam pengawasan RSPP. 

“Tahapan pembangunan meliputi konstruksi fisik, penyediaan alat kesehatan (alkes), tenaga medis, IT dan setup Alkes” jelas Fajriyah.

Seluruh ruangan RS Darurat Pertamina Simprug ini dilengkapi negative pressure dan filter hepa sehingga udara yang dilepaskan keluar rumah sakit tetap aman untuk lingkungan.

Fajriyah menambahkan, rumah sakit darurat ini tidak tanggung-tanggung menyiapkan fasilitasnya untuk memberikan layanan yang prima. 

Walaupun darurat, fasilitas yang dibangun mengikuti standard rumah sakit pada umumnya, dari mulai Ruang dokter, ruang perawat, nurse station, instalasi jenazah, instalasi sterilisasi, laboratorium(PCR, Hematologi dan AGD), instalasi farmasi, pusat gizi, instalasi screening, ruang radiologi, ruang operasi, hingga ruang dekontaminasi.

“Bahkan dalam rumah sakit ini disediakan pula fasilitas peralatan canggih seperti CT Scan 32 /64 slice, CCTV 2 arah hingga central monitor,” imbuh Fajriyah. 

Konstruksi pembangunan rumah sakit darurat dilaksanakan oleh Patra Jasa, sementara pengadaan fasilitas kesehatan dan perlengkapan rumah sakit modular ini, termasuk penyediaan SDM untuk tenaga medis dilakukan oleh Pertamina Bina Medika IHC.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved