Breaking News:

Dapat Suntikan Rp 11 Triliun, Hutama Karya Kebut Pembangunan Proyek Jalan Tol Trans Sumatera

Hutama Karya mengebut pembangunan proyek penugasan yang diamanahkan oleh pemerintah yakni Jalan Tol Trans Sumatera

dok. Kementerian PUPR
Kementerian PUPR telah meminta pihak PT. Hutama Karya untuk melakukan perbaikan pada jalan tol Palembang-Indralaya yang mengalami sliding (amblas) berada di STA 7 yang mengarah ke Jalan Lintas Timur Palembang-Lampung di Kabubaten Ogan Ilir Sumatera Selatan tepatnya di km 1 + 350 akses Pemulutan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) mengebut pembangunan proyek penugasan yang diamanahkan oleh pemerintah yakni Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 2.765 KM yang terbentang dari Lampung hingga Aceh.

Hal itu setelah pemerintah telah menyetujui untuk memberikan suntikan dana berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Hutama Karya dengan total nilai Rp 11 triliun.

PMN ini merupakan kelanjutan dari PMN yang telah diterima oleh Hutama Karya pada tahun 2015, 2016, dan 2019 yang lalu.

Baca: Mudik Dilarang, Hutama Karya Catat 300 Ribu Lebih Kendaraan Lintasi Jalan Tol Trans Sumatera

Baca: Hutama Karya Kampanye Keselamatan Berkendara di Tol Trans Sumatera

Senior Executive Vice President (SEVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan mengatakan perusahaan sangat berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan oleh stakeholder dalam melanjutkan pembangunan JTTS.

Menurutnya, pemberian PMN ini dapat meningkatkan kapasitas usaha dan memperbaiki struktur permodalan serta dapat meningkatkan peranan BUMN sebagai agent of development sehingga mampu mendukung program prioritas nasional.

“Hal ini tentunya akan memperkuat perusahaan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh pemerintah, di samping sebelumnya kami telah berhasil menerbitkan Global Bonds senilai Rp 9 triliun,” ujar Fauzan, ditulis Kamis (28/5/2020).

Hingga saat ini sepanjang lebih kurang 500 km ruas tol di JTTS telah terbangun dengan 368 km ruas tol telah beroperasi penuh.

Beberapa ruas tol tersebut di antaranya adalah Tol Bakauheni – Terbanggi Besar (Bakter) sepanjang 140 km, Tol Terbanggi – Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Terpeka) sepanjang 189 km, tol Palembang – Indralaya (Palindra) sepanjang 22 km, dan Tol Medan Binjai (Medbin) seksi 2 dan 3 sepanjang 17 km.

“Di tahun 2020, Hutama Karya menargetkan penyelesaian pembangunan JTTS agar terus berlanjut untuk beberapa ruas prioritas,” urai Fauzan.

Ruas prioritas itu di antaranya ruas tol Pekanbaru – Dumai sepanjang 131 km di mana progress konstruksi sudah mencapai 97 persen secara rata-rata, disusul ruas tol Sigli – Banda Aceh seksi 4 Indrapuri – Blang Bintang sepanjang 13,5 km dengan progress konstruksi telah mencapai 99 persen, serta terakhir ruas Medan – Binjai seksi 1 Tanjung Mulia – Helvetia sepanjang 6 km yang ditargetkan selesai pada pertengahan tahun mendatang.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved