Breaking News:

Virus Corona

Maskapai Penerbangan Global di Ambang Kebangkrutan, Ratusan Ribu Karyawan Siap-siap Kena PHK

"Para pekerja industri penerbangan kini dibayangi 'tsunami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)'," kata Strutton

Instagram/cfilipem
Ilustrasi pesawat yang landing di Bandara Cristiano Ronaldo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM - Operator maskapai internasional yang telah menderita kerugian besar akibat krisis yang disebabkan virus corona atau Covid-19 secara besar-besaran akan memangkas tenaga kerja mereka dan membuat ribuan orang kehilangan pekerjaan.

Maskapai-maskapai top Eropa mengatakan mereka harus mengurangi puluhan ribu pekerjaan untuk memangkas biaya pengeluaran, karena makin memburuknya prospek penerbangan jangka menengah.

Baca: 10 Maskapai Penerbangan di Dunia yang Paling Terpukul karena Pandemi Virus Corona

Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Umum Asosiasi Pilot Maskapai Penerbangan Inggris, Brian Strutton.

"Para pekerja industri penerbangan kini dibayangi 'tsunami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)'," kata Strutton.

Dikutip dari laman Russia Today, Jumat (29/5/2020), Ryanair, Lufthansa, British Airways, Scandinavian Airlines, dan Air France-KLM secara total akan memangkas sekitar 32.000 pekerjaan.

Maskapai bertarif murah Irlandia, Ryanair berencana memangkas 3.000 pekerjaan.

Sedangkan British Airways berencana memangkas 12.000 pekerjaan.

Sementara itu, EasyJet telah mengumumkan pada Kamis kemarin bahwa perusahaan akan memangkas hingga 30 persen tenaga kerjanya dan mengurangi armadanya.

CEO EasyJet Johan Lundgren menyampaikan, ini adalah keputusan yang sangat sulit.

Halaman
123
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved