Breaking News:

Virus Corona

Dirut Garuda: Penerbangan Berhenti, Aktivitas Ekonomi Ikut Mandeg

Garuda ini bukan hanya sekedar terbang dan mencari untung atau rugi. Tetapi memiliki tujuan konektivitas masyarakat Indonesia.

TRIBUN/DANY PERMANA
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjawab pertanyaan jurnalis saat melakukan sesi wawancara dengan Tribunnews.com di kantor Garuda Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Kamis (11/6/2020). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan dengan terdampaknya industri penerbangan akibat Covid-19 dapat mempengaruhi roda ekonomi industri lain.

Menurut Irfan, dari industri penerbangan yang saat ini kesulitan banyak yang terdampak. Seperti industri hotel, restoran dan tempat lainnya.

"Seperti industri pariwisata juga kan jadi hilang pendapatan. Masalah lain pariwisata stop, maka dampak ini jadi berderet ke yang lain," ucap Irfan dalam sesi wawancara langsung bersama Tribunnews, Kamis (11/9/2020).

Dampak berkepanjangan, menurut Irfan, seperti pedagang souvenir di tempat wisata dan pedagang kaki lima hingga pengusaha kuliner saat ini mungkin menjadi sepi pengunjung dan pembeli. 

Baca: Spekulasi Akuisisi Bukopin Bikin Saham Bank BUMN Ambruk Lagi, BBNI Terparah

"Kalo toko kebutuhan dasar, bisa saja beralih penjualan online tetapi kan ini kalu cendramata masa iya online," kata Irfan.

Baca: Bank Mandiri Perkirakan Tiga Sektor Ini Sulit Bangkit Jika Pandemi Covid-19 Selesai

"Agak lucu bila membeli cendramata khas Manado misalkan, secara online. Mungkin bisa aja, tetapi kan seperti membohongi diri sendiri. Identiknya sehabis jalan-jalan bawa souvenir, masa di rumah kita beli souvenir daerah," kata Irfan.

Baca: Bikin Negara Rugi Rp 16,8 Triliun, Dirut Jiwasraya Hendrisman Suka Dipanggil Chief

"Maka dari itu, Garuda ini bukan hanya sekedar terbang dan mencari untung atau rugi. Tetapi memiliki tujuan konektivitas masyarakat Indonesia, dan konektivitas itu menjalankan roda ekonomi," lanjutnya.

Irfan bercerita, saat ini pesawat Garuda sendiri lebih dari 70 persen terparkir di bandara. Hal ini karena sepinya penerbangan akibat dampak Covid-19.

"Dari dampak terpakirnya pesawat, terjadilah penurunan pendapatan dan penumpang yang hampir mencapai 90 persen," ujar Irfan.

Irfan juga mengungkapkan, penurunan penumpang ini terjadi ketida Covid-19 ini masuk ke Indonesia dan mobilitas masyarakat dibatasi. Kemudian pendapatan domestik Garuda pun turun drastis.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved