Minggu, 31 Agustus 2025

Virus Corona

Pemerintah Prancis Desak Airbus Kurangi PHK Di Tengah Krisis Industri

Seperti yang disampaikan Sekretaris Negara untuk Menteri Ekonomi dan Keuangan Prancis Agnes Pannier Runacher.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
Airbus
Airbus A220-300 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, PARIS - Pemerintah Prancis meminta produsen pesawat Airbus untuk membatasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan memanfaatkan dukungan dari negara untuk sektor penerbangan yang terdampak virus corona (Covid-19).

Seperti yang disampaikan Sekretaris Negara untuk Menteri Ekonomi dan Keuangan Prancis Agnes Pannier Runacher.

"Jadi saya meminta CEO Airbus Guillaume Faury menggunakan semua rencana pemerintah untuk industri penerbangan demi membatasi pemangkasan pekerjaan sebanyak mungkin," kata Pannier Runacher.

Dikutip dari laman Sputnik News, Kamis (2/7/2020), Faury sebelumnya pada hari Senin lalu mengatakan bahwa Airbus berencana mengurangi volume pasokan dan produknya sebesar 40 persen selama periode dua tahun.

Baca: Data Lengkap Pesawat Airbus Garuda A330-300 yang Tergelincir di Bandara Hasanuddin, Makassar

Baca: Permintaan Anjlok karena Pandemi, Airbus Bakal PHK 15.000 Pegawai

Perusahaan ini juga akan melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya di tengah signifikannya penurunan produksi akibat pandemi.

Sebelumnya pada Juni 2020, pemerintah Prancis meluncurkan paket penyelamatan sebesar 15 miliar euro atau setara 17 miliar dolar Amerika Serikat (AS) untuk industri penerbangan.

Paket tersebut difokuskan untuk mendukung penyelamatan perusahaan seperti Air France, Airbus, dan pemasok suku cadang utama Prancis.

Karena serangkaian pembatasan, termasuk pembatasan perjalanan telah diberlakukan Prancis sejak pertengahan Maret lalu.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan