Breaking News:

Virus Corona

Gara-gara Covid-19, Pendapatan Sektor Perfilman Hilang Rp 1,2 Triliun

Chand Parwez mengungkap pendapatan sektor perfilman hilang Rp 1,2 triliun akibat wabah pandemi Covid-19.

Freepik
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) Chand Parwez mengungkap pendapatan sektor perfilman hilang Rp 1,2 triliun akibat wabah pandemi Covid-19.

Chand menyebut tahun ini sebetulnya diprediksi menjadi tahun keemasan bagi perfilman nasional, karena usianya sudah 70 tahun dari sejak sutradara Usmar Ismail membuat film Darah dan Doa, 30 Maret 1950.

"Diprediksi tahun ini ada 60 juta penonton, bayangkan kalau tiketnya rata-rata Rp 50 ribu, ada sekitar Rp 3 triliun pendapatan. Itu kurang lebih hanya 125 judul," kata Chand saat konfrensi pers daring di Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Baca: Bioskop Akan Kembali Dibuka, Menparekraf: Jangan Sampai Jadi Klaster Baru Covid-19

Baca: Virus Corona Menyebar di Udara, Ini Saran Epidemiolog Terkait Rencana Pembukaan Bioskop

Namun, pandemi Covid-19 membuat 50 judul film tidak bisa tayang atau 40 persen dari proyeksi tahun ini.

"Totalnya kita sudah hilang (pendapatan) Rp 1,2 triliun," ucap Chand.

BPI menekankan pembukaan kembali bioskop harus segera dilakukan karena akan semakin besar potensial loss ke depan.

Dengan pembukaan hiburan dan rekreasi di bioskop melalui penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat akan memutar ekonomi produksi perfilman.

"Kalau kita tidak mulai lagi, berarti akan hilang lagi sekitar Rp 1,2 triliun," paparnya.

Sementara Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengatakan pihaknya sudah siap menyambut pembukaan kembali bioskop di Indonesia, termasuk Jakarta.

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved