Breaking News:

Begini Cara Kadin Indonesia Tekan Angka PHK di Tengah Pandemi

inisiasi terkait peluncuran program ini diantaranya untuk menekan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Reynas Abdila/Tribunnews.com
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani di Kopi Johny, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (14/3/2020). (Tribunnews/Reynas) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) memang berdampak buruk pada seluruh sektor penopang perekonomian secara global, termasuk Indonesia.

Pemerintah pun meluncurkan sejumlah kebijakan dan program untuk menangani dampak dari pandemi ini.

Mulai dari pemberian stimulus maupun peluncuran program yang memberikan pelatihan dan wadah bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi corona.

Baca: Jelang IE-CEPA, KBRI Ajak Kadin Swiss Diskusi Sawit

Baca: Pengurus Kadin Jabar Jadi Tersangka, Gara-gara Tudingan Soal Ketuanya di Whatsapp

Setelah sebelumnya program 'Bangga Buatan Indonesia' diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 14 Mei lalu, saat ini Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pun akan melakukan soft launching program 'Ayo Jual Beli Produk Sendiri'.

Seperti yang disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani dalam Webinar yang digelar Rabu (15/7/2020) siang.

"Kadin Indonesia berinisiasi untuk melaunching program yang disebut 'Ayo Jual dan Beli Produk Sendiri'. Karena kita memang harus bangga dengan produk produk kita, tidak hanya bangga, tapi memakai dan membelinya," ujar Rosan, pada kesempatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa inisiasi terkait peluncuran program ini diantaranya untuk menekan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Menurutnya, program ini menjadi satu langkah positif pemerintah di tengah tekanan perekonomian terhadap banyak negara di dunia.

Baca: Fadel Muhammad Usul KTA Untuk UMKM dengan Bunga 1%

Karena melalui pembelian dan pemakaian produk dalam negeri selam masa pandemi ini, tentunya tidak hanya akan membantu bangkitnya perekonomian nasional.

Namun juga menekan angka para pekerja yang 'dirumahkan' atau mengalami PHK.

"Paling tidak, kita bisa menahan (laju tekanan perekonomian ini) dengan memakai produk dalam negeri. (Jika) semua orang memakai produk dalam negeri, bisa menahan laju terutama gelombang PHK atau dirumahkan ini," kata Rosan.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa soft launching program ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki langkah strategis dalam memperkuat perekonomiannya di tengah masa pandemi.

"Ini menjadi hal yang sangat penting untuk kita semua, oleh sebab itu kita akan soft launching Ayo Jual dan Beli Produk Indonesia, karena inilah saatnya kita memperkuat diri kita sendiri," pungkas Rosan.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved