Breaking News:

Virus Corona

Konsumen Utamakan Kebersihan untuk Hindari Penularan Covid-19

Saat ini konsumen lebih mengutamakan kebersihan demi menghindari risiko tertular virus corona atau Covid-19

Tribunnews/JEPRIMA
Sejumlah warga saat menikmati makan siang di Warung Tegal (Warteg) Ellya, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2020). Menurut pemilik Warteg Ellya, sejak dimulainya penerapan PSBB transisi, unit usahanya telah melakukan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 seperti pembatasan jarak fisik, menyediakan area cuci tangan, mewajibkan pengunjung untuk menggunakan masker, serta penggunaan pelindung wajah dan sarung tangan untuk pelayan. Tribunnews/Jeprima 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Populix Eileen Kamtawijoyo mengatakan, saat ini pengusaha perlu beradaptasi atas perubahan pola konsumen sebagai dampak pandemi.

Eileen mengatakan saat ini konsumen lebih mengutamakan kebersihan demi menghindari risiko tertular virus corona atau Covid-19.

Baca: Jokowi Ajak Pelaku Usaha UKM Tetap Optimis Hadapi Pandemi Covid-19

"Para pengusaha perlu aware dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pada konsumen, di mana saat ini konsumen mengutamakan kehigienisan dan keamanan untuk menghindari risiko tertular," kata Eileen melalui keterangan tertulis, Jumat (24/7/2020).

"Untuk itu, sangat direkomendasikan bagi pengusaha untuk mempertimbangkan transformasi digital pada keseluruhan proses bisnisnya, misalnya contactless payment, dan lain-lain," tambah Eileen.

Menurut Eileen, Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang ada di depan mata menjadi skenario baru yang diusung untuk memulihkan perekonomian.

Survei yang dilakukan Populix diharapkan mampu menjadi langkah awal untuk memahami perubahan perilaku dan opini publik.

"Sebagai pelaku ekonomi, perusahaan dan pekerja praktis didorong untuk meningkatkan produktivitasnya kembali dan disiplin dengan kebiasaan baru," ucap Eileen.

Survei Populix menunjukan bahwa responden dari kalangan menengah adalah masyarakat yang paling optimis dengan diberlakukannya aturan new normal.

Sedangkan, masyarakat kalangan bawah memandang pesimis kebijakan tersebut, hal ini dapat dikarenakan faktor tingkat kesejahteraan yang rendah serta terbatasnya akses layanan kesehatan.

Di kalangan pekerja sendiri, 88 persen pekerja menyatakan perusahaannya mewajibkan pemakaian masker selama bekerja dan di perjalanan.

Berdasar hasil survei Populix, sebanyak 86 persen perusahaan responden telah kooperatif menyediakan spray disinfectant dan hand sanitizer. Sebanyak 97 persen responden mengaku rutin menggunakan masker serta 87 persen menggunakan hand sanitizer.

Baca: Indonesian Red Army Tetap Eksis di Tengah Pandemi Covid-19

Survei Populix mengungkap, sudah 81 persen perusahaan yang secara ketat melakukan physical distancing.

Sementara itu, upaya mengurangi kerumunan juga diatasi lewat mekanisme shift jam kerja yang telah diberlakukan 58 persen perusahaan. Temuan lainnya, sebanyak 43 persen perusahaan telah membuat skema pengurangan bekerja di kantor.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved