Selasa, 19 Mei 2026

Harga Saham

IHSG Merosot di Awal Perdagangan, Pelaku Pasar Khawatir Rupiah Makin Tertekan

Nilai transaksi dalam 4 menit perdagangan mencapai Rp956,3 miliar dengan melibatkan 1,60 miliar lembar saham.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
IHSG MELEMAH - Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Sejak dibuka pukul 09.00 WIB hingga 09.04 WIB, IHSG bergerak pada rentang 6.560,13 hingga 6.612,32. 

Ringkasan Berita:
  • IHSG pada perdagangan Selasa pagi turun 0,40 persen ke level 6.573,07 dipicu pelemahan rupiah yang menembus Rp17.668–Rp17.681 per dolar AS.
  • Analis Mirae Asset Sekuritas menilai pasar berspekulasi Bank Indonesia akan menaikkan BI Rate 25 bps menjadi 5 persen demi menahan tekanan rupiah.
  • Selain sentimen domestik, investor juga mencermati rebalancing indeks global MSCI dan FTSE serta tensi geopolitik antara AS dan Iran.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (19/5/2026) dibuka ke zona merah.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka turun ke level 6.599,21 dari posisi 6.599,24 pada penurupan perdagangan kemarin.

Seiring berjalannya waktu perdagangan, sekitar pukul 09.04 WIB, IHSG merosot 0,40 persen atau 26,17 persen ke posisi 6.573,07.

Baca juga: IHSG Ditutup Anjlok, Investor Respons Negatif Pernyataan Prabowo Orang Desa Tak Pakai Dolar AS

Sejak dibuka pukul 09.00 WIB hingga 09.04 WIB, IHSG bergerak pada rentang 6.560,13 hingga 6.612,32.

274 saham mengalami penguatan, 213 saham melemah, dan 472 saham stagnan.

Adapun nilai transaksi dalam 4 menit perdagangan mencapai Rp956,3 miliar dengan melibatkan 1,60 miliar lembar saham.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan, pasar cenderung merespons pergerakan rupiah yang cenderung terdepresiasi tajam hingga menembus pada kisaran Rp17.668–Rp17.681 per dolar AS. 

"Hal ini menjadi salah satu rekor terendah yang memicu kekhawatiran atas meningkatnya persepsi risiko terhadap pasar aset Indonesia," papar Nafan.

Menurutnya, melemahnya rupiah menyebabkan terjadinya spekulasi kuat di pasar, bahwa Bank Indonesia berpeluang besar menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5 persen dalam RDG BI yang dijadwalkan berlangsung pada 19–20 Mei 2026. 

"Hal ini dilakukan demi mengintervensi pelemahan rupiah, dan bila direspons positif bisa menahan kejatuhan indeks lebih dalam," ucapnya.

Di sisi lain, kata Nafan, pergerakan IHSG pada hari ini juga akan diwarnai oleh sikap antisipatif investor terhadap sentimen rebalancing indeks global seperti MSCI dan FTSE.

Sementara dari global, dinamika tensi geopolitik AS-Iran masih menjadi sentimen utama bagi market. 

Ia menyebut, Washington dan Teheran telah melakukan perubahan pada proposal masing-masing untuk mengakhiri perang, meskipun hal ini masih tetap jauh dari kesepakatan diplomatik. 

"Bahkan Presiden Trump menegaskan untuk menunda serangan militer terhadap Iran yang direncanakan untuk hari Selasa ini," tuturnya.

Dengan sentimen yang ada, Nafan menyampaikan pergerakan IHSG hari ini diprediksi bergerak pada support 6.387 & 6.262 dan resistance 6.715 & 6,917.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved