Breaking News:

Customer Relationship Management Berbasis Teknologi Low-Code Perkuat Transformasi Bisnis

Dengan terobosan teknologi Low-Code, maka pengembangan aplikasi CRM perusahaan dapat dikembangkan dengan lebih cepat dan mudah

ist
ILUSTRASI. Creatio dan iSystem Asia menggelar forum global bertajuk ACCELERATE Global 2020 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fakta pertumbuhan ekonomi global terpukul sejak Covid-19. Sejumlah industri terdampak di antaranya retail, pariwisata, hingga minyak dan gas.

Namun bukan berarti segalanya berakhir, perlu sistem yang tepat agar roda bisnis berjalan lebih efisien. Salah satu sistem yang paling efektif untuk dibenahi saat ini adalah sistem customer relationship management (CRM).

Dengan terobosan teknologi Low-Code, maka pengembangan aplikasi CRM perusahaan dapat dikembangkan dengan lebih cepat dan mudah.

Baca juga: Tingkatkan Pelayanan Pelanggan, Pelindo I Luncurkan Aplikasi CRM

Kesimpulan ini dibahas dalam forum global bertajuk ACCELERATE Global 2020 digelar oleh perusahaan global Creatio dan iSystem Asia, Rabu (28/10) kemarin.

Forum ini berlangsung secara live streaming online selama 24 jam tanpa henti. Terdiri dari lebih dari 200 sesi, 7 bahasa, di 5 benua. Sejumlah praktisi, pemimpin perusahaan, pemilik bisnis hingga profesional di bidang CRM.

“Dengan Aplikasi CRM berbasis Low-code maka akan memangkas sebagian besar siklus pengembangan (development cycles). Hal ini berdampak pada kecepatan pengembangan dan update aplikasi serta meningkatkan produktivitas,“ ujar Aina Neva Fiati Managing Director, iSystem Asia dalam keterangannya

Paling utama menurut Aina, dengan CRM berbasis teknologi Low-Code akan mempermudah dalam mendesain proses bisnis serta pengembangannya yang pada akhirnya akan menambah kepuasan pelanggan yang berdampak pada keuntungan bisnis.

Baca juga: Dorong Daya Saing, Kemenperin Akselerasi Industri 4.0 untuk SDGs

Bob Becker, salah seorang peserta webinar dalam sesi diskusi daring Accelerate Global 2020 mengatakan hal ini akan sangat membantu bisnis dalam berkembang.

“Sebagai seorang yang tidak terlalu mengerti dunia programming, low-code modul menjadi sebuah terobosan terbaik untuk mengembangkan sistem perusahaan dalam waktu yang cepat tanpa harus mengcoding manual,” tulisnya dalam diskusi tersebut.

Selain Indonesia, negara-negara lain yang menggelar di antaranya Prancis, Spanyol, Jerman, Portugal. Euforia para praktisi IT dari berbagai perusahaan, enterprise, serta negara meskipun dilakukan secara daring.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved