Breaking News:

Harga Telur Ayam Tembus Rp 30 Ribu Per Kg, Kemungkinan Terus Naik Sampai Februari 2021

Saat ini harga per kilogram telur ayam telah mencapai Rp 30.000 dan diperkirakan akan terus naik smapai Februari 2021.

Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi: Pedagang mengecek kondisi telur di kiosnya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (15/6/2019). Setelah sempat naik di angka Rp 30.000 per kilogram menjelang Lebaran lalu, harga telur di tingkat peternak kini mulai turun di kisaran Rp 26.000 per kilogram. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga komoditas telur ayam mengalami kenaikan signifikan jelang libur Natal dan Tahun Baru (nataru) 2020. Saat ini harga per kilogram telur ayam bahkan telah mencapai Rp 30.000.

Uni, seorang pedagang sembako di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mengatakan, dalam sepekan terakhir harga telur memang terus mengalami kenaikan.

Setiap mereka membeli telur dari distributor pasti ada harga baru.

Per peti dengan berat 14 kilogram kenaikan mencapai Rp 20.000. Otomatis kenaikan itu dibebankan pada pembeli.

"Naik terus, sudah lebih dari seminggu. Naik Rp 1.000 per kilo. Dari Rp 26.000, terus Rp 27.000 sampai kemarin sudah Rp 30.000," kata Uni, Sabtu (19/12/2020).

Baca juga: Cara Membuat Siomay Sendiri di Rumah, Ada Siomay Ayam Wansui dan Siomay Tongkol Telur, Cuma 45 Menit

Harga komoditas telur yang terus naik itu membuat para pembeli menyiasatinya dengan memilih telur yang lebih kecil. Sehingga jumlah telur per kilogramnya banyak.

"Dari tadi ibu yang beli cari telur kecil-kecil biar per kilonya minimal ada 15 butir, malah 16 butir. Makanya ini telur gede-gede semua sisa di warung," ujar Uni sambil tertawa.

Kementerian Pertanian (Kementan) memproyeksikan kenaikan harga sejumlah komoditas strategis termasuk telur ini tak hanya berlangsung saat momentum perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kenaikan diperkirakan akan terus berlanjut hingga Februari 2021.

"Kami melakukan proyeksi harga 11 komoditas strategis sampai awal Januari 2021 karena hadapi nataru. Telur dan cabai ini masih akan terus meningkat sampai Januari, bahkan mungkin Februari. Baru akan turun melandai setelah Februari," kata Kepala Bidang Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementan Inti Pertiwi, Minggu (20/12/2020).

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved