Breaking News:

Pengamat: Banyak Orang Pilih Nabung Saham Ketimbang Rebahan Saat Pandemi 

Beberapa orang memilih berinvestasi saham karena tidak punya kegiatan lain di masa pandemi ini akibat pembatasan sosial maupun PHK

Tribunnews/Jeprima
Karyawan beraktivitas di antara layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2020). IHSG berhasil bangkit setelah empat hari beruntun berada pada zona merah. IHSG ditutup menguat 103,03 poin atau 2,13 persen ke posisi 4.945,79. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat pasar modal Fendi Susiyanto menyatakan, apapun namanya yakni lockdown atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat dampak pandemi Covid-19 tidak memengaruhi seluruh pelaku bisnis di Indonesia. 

Fendi menjelaskan, ada pengusaha yang tetap menjalankan bisnisnya di tengah pandemi hingga jumlah investor di pasar modal juga naik. 

"Kita masih dapat berusaha, yang menarik di Indonesia, investor di pasar modal pertumbuhannya luar biasa.

Bertambah 1 sampai 2 juta investor baru," ujarnya dalam webinar, Minggu (27/12/2020). 

Menurutnya, beberapa orang memilih berinvestasi saham karena tidak punya kegiatan lain di masa pandemi ini akibat pembatasan sosial maupun pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Baca juga: Gubernur Bank Sentral Jepang Mengakui Borong Danareksa di Pasar Saham

"Daripada rebahan di rumah mending investasi atau yang kena PHK mending masuk ke pasar modal, ini yang membuat pasar modal ketiban durian runtuh dari sisi positifnya," kata Fendi. 

Di sisi lain, dia menambahkan, memang teori di pasar modal yakni selalu satu langkah ke depan sebagai indikator perekonomian di suatu negara. 

"Adapun espektasi di 2021 sudah tercermin saat ini di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau mengalami kenaikan," pungkas Fendi.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved